Pemuda Asal Pandeglang Tega Cabuli Anak Tetangga Sendiri

Penulis : Adi/ RN

Koba,Mitratoday.com – Warga pendatang asal Pandeglang Jaenudin (40). Telah melakukan pencabulan anak di bawah umur sebut saja bunga (6) seorang anak tetangga yang masih memiliki hubungan keluarga.

Berdasarkan Informasi yang di himpun, Jaenudin yang baru datang beberapa bulan dari Pandegelang ke rumah adiknya di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) ini hendak bekerja sebagai Penambang Timah.

Apa dikata, lantaran istri dan anaknya masih di Pandegelang pelaku Jaenudin inipun kesepian. Tepat Senin (9/12) sekitar pukul 22.00 Wib, Pelaku mengajak korban sebutnya saja Bunga (6) pergi jalan-jalan ke pantai Arung.

Sesampainya di Pantai Arung dalam, Pelaku berotak cabul ini di duga menggasak Bunga dengan cara memasukan jari tangan kanannya ke dalam kemaluan Bunga sebanyak dua kali. Akibat peristiwa itu, Bunga mengeluh sakit saat buang air kecil. Akhirnya, Bunga menceritakan peristiwa itu ke Ibunya berinisial HM (38).

Berang mendengar informasi itu, HM langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Koba. Keesokan hari nya, Selasa (10/12) usai adanya pelaporan tersebut akhirnya pelaku langsung di tangkap saat menambang timah tanpa perlawanan.

Kapolsek Koba, AKP Andri Eko Setiawan seizin Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady Purnomo membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku tindak pidana asusila atau pencabulan anak di bawah umur.

“Pelaku melanggar pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara selama 15 tahun,” kata AKP Andri.

Sementara itu, Pelaku berdalih hanya memeluk dalam bentuk sayang antara paman sama keponakan. Laporan ini justru karena sakit hati ibu bunga kepadanya saja.

“Saya hanya peluk sayang saja. Malam itu dia ingin mengantar pulang ke rumah, sebelum pulang saya ajak jajan di Arung Dalam,” ungkap pelaku kepada Wartawan.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close