Pengembalian Sisa BTT Tunggu Kepres,Pembangunan Terancam  Mati Suri

Penulis : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Anggaran Belanja Tal Terduga (BTT) yang dialokasikan untuk  Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Malang cukup menguras anggaran APBD Kabupaten Malang, hal ini lantaran adanya kebijakan Rasionalisasi anggaran disemua OPD pemkab Malang yang dikhususkan untuk penanganan Covid-19.

Kepala Bapeda Ir.Tomie Herwanto.MP menyebutkan,  dari rasionalisasi anggaran di semua OPD, anggaran khusus penanganan Covid di Kabupaten Malang terkumpul sebesar Rp 471 miliar.

“Anggaran sebesar itu, sudah terserap sebagian untuk kebutuhan biaya  penanganan Covid-19, untuk anggaran Jaring Pengaman Sosial serta pemenuhan terhadap dampak ekonomi akibat Covid-19. Dan sudah terbagi sesuai dengan kewenangan Sub Satgas Penanganan Covid-19,”Kata Tomie Herawanto senin (29/6/2020).

Apakah tidak ada kekhawatiran overlap anggaran, Tomie menampik akan hal itu. Menurutnya semua pengajuan anggaran yang diajukan masing -masing sub satgas telah dilakukan peninjauan dari segi urgensi dan kebutuhan yang ada. Artinya anggaran yang diajukan harus benar-benar efektif dan efisien.

“Pasti kita tinjau, mulai jumlah kebutuhannya hingga tingkat urgensinya,”ungkap mantan Kepala DTPHP tersebut.

Terkait sisa anggaran BTT apakah akan dikembalikan ke OPD masing-masing, Tomie menandaskan, masih menunggu dicabutnya Kepres nomer 12 tahun 2020 tentang status Bencana Non Alam penyebaran Covid-19. Karena regulasi yang menjadi panduan penggunaan BTT adalah Kepres tersebut.

“Jika Kepres nomor 12 tahun 2020 tersebut tidak dicabut, terang Tomie , maka BTT tersebut tidak bisa dikembalikan ke OPD masing -masing,”ujar Tomie Herawanto.

Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan program pembangunan yang sudah direncanakan akan mwngalami kendala.

“Bisa dimungkinkan pembangunan di Kabupaten Malang akan mati suri,”tutup Tomie.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close