Politisi Hendra Jainudin Sinaga Akhirnya Meminta Maaf Ke Bupati Dairi

Dairi,Mitratoday.com- Seorang politisi dari salah satu partai politik Hendra Jainudin Sinaga akhirnya meminta maaf kepada Pemerintah Kabupaten Dairi dan Jajaran Pemkab Dairi serta secara khusus kepada Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu dan Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, Ny. Romy Mariani Eddy Berutu atas postingan dirinya di sebuah group media sosial ‘Whatsapp’ alumni SMP Santo Paulus 1989-1992.

Permintaan maaf ini dilakukan oleh yang bersangkutan setelah dirinya mendapatkan surat somasi yang dikirimkan oleh Kabag Hukum Pemkab Dairi, 24 April 2020 lalu.
Awalnya ia tidak menyangka jika postingan yang ia unggah di group WA Alumni sekolah itu akan berdampak hukum terhadap dirinya yang bisa dijerat dengan UU ITE.

Pada hari ini Selasa (12/05/2020) yang bersangkutan secara langsung meminta maaf kepada Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu dan Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani Berutu, yang difasilitasi oleh Asisten II bidang Perekonomian, Charles Bantjin dan Ketua PPTSB (Persatuan Pomparan Toga Sinaga Boru Bere Ibebere) Kabupaten Dairi Antonius Sinaga dan diterima oleh Bupati Dairi di rumah dinas Bupati Dairi.

Dalam pertemuan itu, Hendra mengaku perbuatan yang ia lakukan itu adalah kekhilafan dan tanpa sengaja, akibat sedang banyak pikiran.

“Aku mohon maaf bang, postingan saya itu menjadi membuat banyak pihak terganggu, terlebih saat ini Pemkab Dairi yang lagi fokus dan bekerja keras menangani Covid-19. Untuk itu saya mohon dimaafkan, dan saya berjanji untuk tidak mengulangi lagi,” pintanya.

Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu dalam pertemuan yang penuh dengan rasa kekeluargaan itu menyampaikan rasa syukur atas kehadiran dari Ketua PPTSB Kabupaten Dairi dan juga Hendra J. Sinaga yang datang dengan tujuan permintaan maaf.

“Saya sebagai orang tua, pasti memaafkan anggi kami, jika mengakui kesalahannya dan menyesal atas perbuatannya dan telah meminta maaf. Karena dari awal saya sudah maafkan. Hanya hal ini perlu diklarifikasi dan diluruskan sehingga masyarakat menjadi jelas bahwa pernyataan saudara Hendra di medsos tentang Bupati dan Ibu Ketua TP PKK tidak benar adanya. Sekarang sudah menjadi jelas agar dimasa yang akan datang tidak dilakukan lagi. Terkait peristiwa ini Pemerintah dalam hal ini tegas karena diatur oleh Undang-Undang, dan Pemerintah juga harus humanis dan mengayomi” ujar Eddy Berutu.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan, dari awal datang ke Kabupaten Dairi tujuannya untuk membangun Dairi sebagai tekad awal untuk membangun kampung halaman. Ia menyampaikan Kabupaten Dairi ini memiliki keunikan dan penuh keberagaman baik itu strata sosial dan juga keunikan dari berbagai aspek, sehingga perbedaan itu adalah hal yang wajar dan perbedaan itu yang seharusnya membuat kita lebih dan menjadi potensi Kabupaten Dairi.

“Karena jika hanya satu pemahaman dan satu rel saja, peradaban suatu daerah tidak akan maju. Berbagai inovasi justru datang dari perbedaan dan keunikan yang beragam bukan dari satu frame. Menantang status quo dengan berbagai asumsi akan membuat daerah kita dan masyarakat kita berkembang. Saya sangat terbuka dengan perbedaan perspektif dan pandangan untuk membangun bersama Dairi yang kita cintai ini,” ungkap Eddy Berutu.

Kedua, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu melanjutkan sangat ingin membangun kampung halamannya ini, disaat meletakkan dasar pembangunan setelah menjalani pemerintahan setahun penuh sejak dilantik menjadi Bupati Dairi, langsung terpukul karena Covid-19, dan semua kelimpungan, semua sektor terganggu baik infrasturktur, pertanian, pendidikan, ekonomi. Karena harus melakukan berbagai hal yang tidak pernah dilakukan, seperti refokusing dan realokasi anggaran yang semuanya dialihkan ke penanganan Covid-19.

“Itu membuat kita semua sangat terganggu diberbagai aspek, termasuk berimbas kepada aspek sosial. Kondisi terpukul ini bisa membuat warga kita khilaf. Marilah kita justru bersatu saling bahu membahu agar situsasi sulit ini bisa segera berlalu, dan Covid-19 bisa berakhir,” ujar Eddy Berutu.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu juga menyampaikan kepada Hendra bahwa sebagai masyarakat yang pendidikannya dan strata sosialnya di atas rata-rata marilah menjadi sosok yang memberikan pencerahan, memberikan sudut pandang lain kepada masyarakat yakni perspektif membangun bersama masyarakat semakin lengkap.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP. PKK Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Eddy Berutu menyampaikan sejak awal dirinya juga sudah memaafkan yang bersangkutan sejak mendapatkan informasi bahwa Hendra mengaku menyesal dan mengakui bersalah atas perbuatannya.

Menurut Ketua TP. PKK Kabupaten Dairi ini, kedepan tidak mau ada preseden dalam arti, salah mengartikan kritik dan fitnah. Dan ini pembelajaran bagi kita semua dalam hidup bermasyarakat dan berwarganegara. Ia menyampaikan, kesalahan itu adalah manusiawi, sehingga terbuka pintu maaf jika diberengi niat tulus dan ikhlas.

“Seingat saya postingan itu tepat di hari Jumat Agung, disaat kita sangat bersedih merenungkan mengapa Tuhan Yesus disalib atas dosa-dosa umat manusia disaat itu juga fitnah itu disampaikan di dalam sebuah group alumni yang kebetulan dalam group itu ada teman saya satu gereja saya yang bertemu setiap minggu di gereja sampai menangis dan merasa kecewa atas tuduhan itu, saat menceritakannya kepada saya. Di satu sisi, dia bisa kecewa kepada saya yang merupakan temannya, karena termakan fitnah tersebut, disatu sisi dia kecewa karena yang posting itu adik kami sendiri,” cerita Romy Mariani.

“Sehingga seharusnya kita yang memiliki strata pendidikan yang lebih tinggi harus lebih bertanggungjawab untuk memberikan pemahaman yang benar dan mengedukasi sesama kita. Banyak kesimpang siuran informasi yang A dijadikan Z dan lain-lain. Tugas kitalah meluruskan ini karena kita memiliki strata pendidikan yang lebih memadai,” ujar Romy.

Menutup pembicaraanya, Ketua TP. PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu mengibaratkan Pemerintah Kabupaten Dairi dan warga Dairi ini ibarat kisah sebuah bangsa Israel sebagaimana yang dikisahkan dalam kitab Suci Perjanjian Lama umat Kristen saat menuju tanah perjanjian ke kota Kanaan. Kerendahan hati kita diuji dalam perjalanan pemerintahan ini, agar kita sampai kepada visi misi pemerintahan yang kita cita-citakan.

“Mari kita bercermin kesana. Kenapa mereka diberi cobaan oleh Tuhan melakukan perjalanan di tanah gurun selama 40 tahun hingga tiba ke kota Kanaan. Bukan tidak bisa dalam seminggu perjalanan mereka telah sampai di tanah yang dijanjikan jika Tuhan berkehendak, namun mereka bersungut-sungut. Sama seperti kita, jika kita bersungut-sungut maka kita juga akan lama menuju visi misi yang kita cita-citakan.” tutup Romy Mariani.

Penulis :Zef

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close