Proyek Pengaspalan Jalan Pasar Rakyat Pantai Cermin diduga Asal-Asalan, Warga Kecewa

Pewarta : Marwan

Pantai Cermin,mitratoday.comPekerjaan lanjutan pengaspalan jalan Hotmix di Pasar Rakyat Dusun IV Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai diduga asal asalan. Pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan Spek Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebab volume ketebalan Aspal tidak sesuai karena jauh dari standar Spesifikasi teknis di lapangan Rabu (14/10/2021).

Kondisi Jalan Yang Dilakukan Pekerjaan

Di lokasi Kegiatan tersebut awak media mendapat informasi dari warga masyarakat berinisial BI (28) mengatakan,”seputar proyek yang dikerjakan Ketebalan Aspal sangat tipis dan ketebalan tidak sama di setiap titik misalkan ada 6 cm dan 7 cm Untuk ATB dan proses lainnya banyak yang dikurangi seperti jalan tidak dibersihkan dahulu penyiraman bahan perekat (TER) asal asalan sehingga kualitas jalan tersebut diragukan. kami sebagai masyarakat setempat Serta pengguna manfaat jalan tersebut merasa sangat kecewa.”Kata BI.

Senada juga disampaikan Warga berinisial SR (47) ia menuding Lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Serdang Bedagai sehingga pekerjaan proyek lanjutan pengaspalan Jalan di Pasar rakyat diduga merugikan negara dan rakyat

“Lihat kondisi hamparan aspal Agak bergelombang juga kasar serta terlihat tipis dan seperti kurang padat berpori menganga di sana sini tidak sama dengan ketebalan aspal yang sebelumnya dikerjakan pada waktu lalu,”tandas SR.

Papan Merk Kegiatan

Pantauan Awak Media dilapangkan Proyek bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2021 yang menelan Anggaran Senilai Rp 510.636.000.00 (Lima ratus sepuluh juta enam ratus tiga puluh enam ribu rupiah) proyek yang dilaksanakan oleh CV Kembar Jaya Ironisnya Proyek itu tidak diketahui jumlah Volume pekerjaannya bahkan kondisi jalan terlihat bergelombang Karena volume aspal yang tidak sama.

Kadis PUPR Sergai Johan Sinaga saat Dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan proyek lanjutan pengaspalan jalan di Pasar rakyat yang saat ini sudah rampung diselesaikan tentunya akan kita ukur kembali dengan menggunakan alat khusus Coring kemudian selanjutnya kita lakukan pengambilan sampel aspal.

“Semuanya kita ukur Mulai dari Panjang lebar hingga ketebalan aspal,”jelas Johan melalui WhatsApp, Rabu (13/10/2021).

Johan menambahkan bahwa setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh pihak Kontraktor berapa ketebalan Base dan berapa ketebalan hotmix, pihaknya akan ambil sampelnya untuk dilakukan uji lab, dan yang pastinya lab yang ditunjuk tentu yang independen.

Johan juga memastikan Jika ditemukan data yang tidak sesuai spek pekerjaan dinas PUPR akan meminta kontraktor untuk melakukan perbaikan.

“Setiap pekerjaan yang sudah dilaksanakan ada mekanisme dan tahapan-tahapannya, jika ada pekerjaan yang tidak sesuai kontrak tentu akan kita kurangi. Jadi, apa yang tertera disitu tentu itu yang kita bayar,”Terang Johan.

Johan Sinaga menegaskan bahwa Pekerjaan yang sudah diselesaikan oleh pihak kontraktor Kedepan ada masa waktu 6 bulan untuk pemeliharaan.

“Jadi, setiap pekerjaan yang rusak maka pihak kontraktor wajib melakukan perbaikan,”tegas Johan Sinaga.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close