DaerahHeadlineMalang

PT Bara Obor Raya Bantah Pemberitaan Menjual LPG Subsidi Keluar Area Operasional

Malang,mitratoday.com – PT Bara Obor Raya perusahaan penyedia LPG subsidi 3 Kilogram yang berlokasi di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, membantah pemberitaan dua media online bahwa perusahaan tersebut menjual LPG subsidi keluar dari area operasional.

PT Bara Obor Raya melalui Muhammad Mahendra sebagai Manager yang mewakili perusahaan memberikan klarifikasi dan menyatakan bahwa pemberitaan kedua media online tersebut tidak benar.

Dalam klarifikasinya, ia menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya terjadi pada Senin, 5 Februari 2024, ketika tim distribusi perusahaan hendak mengantarkan 200 tabung LPG 3 kilogram ke dua pangkalan agen di Desa Sentul dan Desa Gajah Rejo, Kecamatan Purwodadi.

“Pemberitaan yang dimuat di kedua media online pada tanggal 5 Februari 2024 mengenai penyaluran LPG lintas wilayah itu tidak benar, soalnya kita punya bengkel di wilayah Lawang Kabupaten Malang sedangkan agen yang kita kirim ada di wilayah Purwodadi berada di Kabupaten Pasuruan,” ujar Muhammad Mahendra, Kamis (08/02/2024).

Mahendra menjelaskan bahwasanya dalam pendistribusian LPG ke agen yang berada di Sentul Kabupaten Pasuruan mengalami kendala yaitu mobil pengangkut yang beroperasi terkendala kerusakan, sehingga pihak perusahaan mengarahkan sopir ke bengkel yang berada di Lawang dikarenakan sopir tersebut tidak membawa uang.

“Dalam perjalanan pengiriman ke agen di Sentul, mobil pengangkut LPG mengalami kerusakan dibagian knalpot dan engsel bak belakang jadi harus dilakukan pengelasan, jadi 200 tabung LPG itu kami turunkan untuk melakukan pengelasan karena itu lokasi paling dekat saat kendaraan mau diperbaiki,” ucapnya.

Setelah diperbaiki, 200 tabung LPG 3 kilogram tersebut kemudian langsung diantarkan ke dua distributor dengan tujuan awalnya. Namun hal tersebut tak menjelaskan secara rinci terhadap media online sebelumnya.

Mahendra menegaskan bahwa LPG dari pihaknya tidak dijual di Lawang, Kabupaten Malang, namun muatan hanya diturunkan sebentar untuk perbaikan mobil yang membutuhkan pengelasan.

“Setelah selesai, LPG kami angkut kembali dan kami antarkan ke agen-agen yang sudah sesuai tujuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan bahwa saat proses pemuatan kembali ke mobil itulah, diduga terjadi salah informasi sehingga muncul pemberitaan bahwa mobil angkut dari PT Bara Obor Raya menjual LPG di luar wilayah operasional.

“Wartawan itu minta konfirmasi ke satpam yang dimana tidak tahu kondisi sebenarnya. Intinya, kami tidak menjual di luar wilayah operasional kami,” paparnya.

Mahendra mengaku kecewa lantaran pemberitaan tersebut ditulis tanpa adanya konfirmasi ke pihaknya. Ia menjelaskan bahwa tidak mungkin LPG dijual di luar area operasional karena distributor sudah mendapatkan jatah pasokan dari Pertamina untuk wilayah operasionalnya.

“Kami berharap media online tersebut menyampaikan permohonan maaf. Jika tidak, kami akan pertimbangkan lapor ke Dewan Pers dan upaya hukum lain,” pungkasnya.

Pewarta : Aril

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button