
Bengkulu,mitratoday.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Bengkulu dengan tegas menyatakan kekecewaan dan kemarahan atas sikap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang semakin nyata menunjukkan ketidakberpihakan kepada rakyat.
DPR yang sejatinya lahir dari rahim reformasi untuk mengawal aspirasi rakyat kini justru menjadi lembaga yang sering kali berpihak pada kepentingan elit politik dan kelompok pemodal.
Rakyat yang seharusnya dilindungi justru dikecewakan dengan kebijakan yang menindas, mulai dari penghapusan tenaga honorer, kenaikan pajak yang membebani masyarakat kecil, kenaikan Gaji yang dinilai tidak mengutamakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, hingga lemahnya keberpihakan pada sektor pendidikan dan kesejahteraan rakyat.
Ketua PW IPNU Bengkulu, Nurul Hidayah, menegaskan bahwa DPR hari ini telah gagal menjalankan fungsi representasi. Mereka bukan lagi penyambung lidah rakyat, melainkan alat kepentingan yang jauh dari denyut nadi penderitaan bangsa.
Dengan ini, kami menuntut secara keras:
- DPR segera menghentikan segala bentuk kebijakan yang menindas rakyat.
- Mengembalikan marwah lembaga legislatif sebagai wakil rakyat, bukan wakil oligarki.
- Menuntut DPR Untuk mengutamakan peningkatan ekonomi rakyat sebelum peningkatan Gaji DPR
- Membuka ruang partisipasi rakyat secara nyata, bukan sekadar formalitas politik.
- Mengutamakan keberpihakan pada kesejahteraan rakyat dalam setiap keputusan politik.
“Kami memperingatkan DPR RI: jangan pernah bermain-main dengan amanat rakyat. Pengkhianatan terhadap konstitusi dan penderitaan rakyat adalah dosa politik yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah.” Tegas Nurul.
PW IPNU Bengkulu akan terus berdiri di garda terdepan mengawal suara rakyat. Jika DPR terus abai dan tuli terhadap aspirasi bangsa, maka rakyat akan semakin kehilangan kepercayaan dan tidak segan untuk bangkit melawan segala bentuk ketidakadilan.
“Rakyat tidak butuh wakil yang hanya pandai berbicara di gedung megah, tetapi buta dan tuli terhadap jeritan rakyat di jalanan!” Tuturnya.(A01)