Rapat Paripurna Penandatanganan Ranwal RPJMD Yang Sempat Gagal Akhirnya Berlangsung Juga

Pewarta : Novie

Blitar,Mitratoday.com-Rapat Paripurna Ranwal RPJMD yang gagal kemaren akan di laksanakan pada malam Sabtu (17/04/2021).

Sejumlah Anggota dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blitar dari fraksi PAN dan Fraksi PKB sudah hadir di ruang sidang Paripurna pada pukul 20.50 wib. Tetapi Anggota dewan Oerwakilan Rakyat Daerah dari Fraksi lain, seperti Fraksi PDIP, Fraksi GPN, Fraksi Golkar dan Demokrat yang hadir baru beberapa Anggota.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren didampingi Wakil Ketua, Munib, Susi Narulita dan Mujib SM
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren didampingi Wakil Ketua, Munib, Susi Narulita dan Mujib SM

Apakah ini indikasi Rapat Paripurna Ranwal RPJMD gagal lagi, ternyata tidak lewat lobi-lobi yang sangat alot hingga pukul 22.00 Wib keluarlah Pimpinan Dewan untuk menyatakan Rapat Paripurna bisa di mulai.

Rapat Paripurna di mulai tepat pukul 22.22 Wib, di buka Ketua dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blitar, Suwito Saren dan selanjutnya di lakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Awal RPJMD.

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar

Bupati Blitar, Rini Syarifah usai Paripurna ketika diminta keterangannya menjelaskan,RPJMD sudah sudah sesuai dengan visi misi,”Alhamdulilah Paripurna lancar, Ranwal sudah di setujui dan di akomodir semua dari rekan-rekan dewan dan semua sesuai dengan visi misi kami.”Kata Rini.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren saat di cegat wartawan usai Sidang Paripurna menjelaskan,ada materi-materi yang memang belum masuk di visi misi itu, sehingga memang perlu jaminan untuk di masukkan itu, karena bagaimanapun itu merupakan janji Bupati terpilih dalam dokumen visi misi yang ada di KPU.

“Masalah Paripurna kemaren yang gagal, itu tertunda, perlu waktu lagi, justru untuk merumuskan, misalnya seperti sekolah gratis, itu kan tidak ada di dokumen RPJMD, atau tidak begitu jelas kira-kira gratisnya ini seperti apa? Itu tidak jelas. Oleh sebab itu perlu waktu, dan memang persoalannya banyak. Infrastruktur seperti jalan yang perlu perbaikan, kan itu memerlukan anggaran yang banyak supaya jelas di strategi gimana? Beragam pendapat yang muncul, unsbeknya di bagi masa jabatan pertahunnya beban anggaran sekian, ya dinamis lah pembahasannya,” jelas Suwito.

Ranwal ini hanya memuat hal-hal umum belum detail,detailnya nanti di Rancangan Perda tentang RPJMD, dan Ranwal ini hanya di beri waktu 10 hari. Kalau 10 hari belum selesai atau tidak selesai maka prosesnya pun akan berlanjut dan Dewan di anggap setuju.

“Sehingga kemarin perlu di tunda sehari untuk mengkonfirmasi,”Ujar Suwito Saren.

Suwito Saren politisi PDIP ini pun menjelaskan kalau RPJMD secara umum itu justru akan memberikan arah sebetulnya. Masa jabatan itu ingin mewujudkan apa?,”Kalau tidak masuk janji-janjinya,ya kita mengingatkan supaya untuk di masukkan dan itu bagian dari evaluasi.” tandasnya.

Ketika media menanyakan jika dari program-program atau janji-janji Bupati terpilih tidak sesuai atau mustahil apa tetap di masukkan,”Kalau itu mustahil, tentu itu akan tertolak. Karena kewenangan daerah ini kan sangat jelas, misalnya Pendidikan kewenangan kita kan maksimalkan sampai SMP itu contohnya yang di luar kewenangan itu justru salah kalau di tangani Kabupaten,”papar Suwito menutup wawancaranya.(Adv).

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close