Salah Satu SDN Di BS Diduga Kangkangi Aturan Satgas Covid-19

Pewarta : Julian

Bengkulu Selatan,Mitratoday.comSemenjak tidak diperbolehkannya sekolah tatap muka di seluruh kabupaten Bengkulu Selatan hingga 30 Januari 2021 untuk melakukan belajar tatap muka dinas pendidikan masih menunggu instruksi dari satgas covid 19 Bengkulu Selatan.

Namun peraturan sekolah tidak boleh tatap muka tersebut diduga tak dipedulikan oleh salah satu sekolah di Bengkulu Selatan.

Selasa 19 Januari 2020 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rispin Junaidi mengatakan,”Jika memang ada sekolah yang melanggar aturan satgas covid atau melakukan belajar tatap muka,maka kepala sekolah tersebut akan kita panggil apakah melakukan belajar mengajar disekolah atau cuma mengumpulkan tugas aja,”terang Rispin.

Dalam peraturan dinas pendidikan dan kebudayaan melarang sekolah belajar tatap muka dan ada aturan Dering (Dalam Jaringan) dan Luring (Luar Jaringan).

Lanjut Rispin”luar jaringan intinya daerah yang tidak ada jaringan internet maka dibolehkan siswa-siswi mengambil tugas disekolah lalu pulang lagi,kalau Dering Didalam Jaringan intinya sekolah hanya melakukan pangambilan tugas atau belajar lewat HP,dan kalau untuk mengambil tugas di sekolah hanya dibolehkan paling banyak 15 orang siswa-siswi,datang kesekolah.Namun tetap patuhi protokol kesehatan.
Dan jika masih ada sekolah yang melakukan belajar mengajar di sekolah jelas melanggar aturan satgas covid 19,”tegas Rispin.

Diketahui disekolah tersebut terlihat ada dua ruangan yang belajar sedang belajar dan satu ruangan lagi baru pulang ketika ditanya diruangan anak-anak sekolah tersebut menjawab serentak,”Belajar dan mengambil tugas masuk jam 7:30 pulang jam sekarang.”(intinya pulang jam 11:30) jawab murit dengan serentak.

Hingga berita ini diterbitkan pihak media masih berupaya mengkonfirmasi kepala sekolah tersebut.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close