Sandi dan Ladub Saling Klaim Keunggulan, Malang Jejeg: Tunggu Riil Count Saja

Pewarta : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Pesta demokrasi Kabupaten Malang di tengah pandemi covid-19 telah dilangsungkan Rabu (9/12/2020). Bahkan proses rekapitulasi suara di tingkat TPS sebagian besar sudah tuntas. Kendati demikian masih membutuhkan tahapan untuk memperoleh hasil final pemungutan suara secara keseluruhan di tingkat KPU Kabupaten Malang.

Namun tidak bagi dua paslon Bupati Malang, yakni paslon nomor urut 1, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) dan paslon nomor urut 2, Lathifah Shohib- Didik Budi Muljono (Ladub), masing masing saling klaim unggul dalam perolehan suara hari ini.

Seperti Paslon nomor urut 1, Sanusi yang menyebut unggul pada proses hitung cepat yang dilakukan tim internal dan sejumlah lembaga yang beredar di media sosial.

“Quick count saat ini yang beredar adalah merupakan kemenangan Rakyat petani, sopir, nelayan, guru, ASN dan para veteran, juga kemenangan NU karena saya kader NU. Ini merupakan kemenangan Rakyat bukan kemenangan Sandi,” ujar Sanusi, Rabu (9/12/2020).

Menurutnya, tim pemenangan kampanye sudah melakukan usaha terbaiknya. Ia meminta tim pemenangan melakukan koordinasi dan para relawan serta saksi yang telah dibentuk untuk mengamankan dan mengantisipasi kecurangan yang terjadi.

“Saya berharap penghitungan manual yang dilakukan KPU dilakukan sesuai dengan kondisi real,” imbuh Sanusi.

Ia menjelaskan perolehan suara paslon Sandi mendominasi kemenangan di wilayah kecamatan di Kabupaten Malang.

“Banyak, dominan menang di Kecamatan, tapi kami belum merekap total untuk menghitung perolehan suara tersebut,” beber Sanusi.

Sanusi juga mengaku sejak awal sudah merasa optimis bakal menang, karena dari sisi partai pendukung, banyak partai di Dewan yang mengusung dan mendukung. Ada 37 kursi yang mengusung pasangan Sandi menuju kursi Bupati.

Sementara paslon nomor urut 2, Lathifah Shohib- Didik Budi Muljono melalui tim pemenangan Ladub, juga menyebut hasil penghitungan suara sementara pada hitung cepat di internal, paslon Ladub unggul 44,24 persen.

“Hasil pemungutan suara hari ini, hasilnya sesuai harapan, menggembirakan, dari data yang masuk di quick count kami 98,50 persen dengan tingkat partisipasi 60,80 persen dan margin error 2 persen, posisi paslon Ladub meraih 44,24 persen,”Kata juru bicara paslon Ladub, M Anas Muttaqin.

Anas menjelaskan, perolehan suara paslon nomor urut 1 mendapat 43,58 persen dan paslon nomor urut 3 mendapatkan presentase 12,18 persen

“Kami unggul tipis dari kompetitor, unggul 0,66 persen,” tegas Anas.

Ia mengatakan sejak awal telah diprediksi pertarungan Pilkada sangat ketat, kendati demikian, pihaknya mengaku bersyukur Ladub bisa memimpin dalam perolehan suara.

“Kami akan kami kawal perolehan suara itu hingga proses penghitungan manual,” tandas Anas Muttaqin

Sementara, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, H Ali Ahmad menegaskan telah mengintruksikan agar divisi saksi dan divisi hukum mengawal ketat proses penghitungan suara.

“Kami minta kawal proses penghitungan agar tidak ada kecurangan,” imbuhnya Ali Ahmad.

Anggota DPR RI itu berharap semua penyelenggara dan aparat keamanan berkonsentrasi penuh agar tidak ada pelanggaran atau manipulasi data perolehan suara.

Terpisah, paslon nomor urut 3, Heri Cahyono-Gunadi Handoko Calon Perseorangan Malang Jejeg melalui Ketua Liaison Officer (LO) juga mengaku menang dalam hal mewarnai pesta demokrasi Kabupaten Malang.

“Kami konsisten bahwa Malang Jejeg tidak akan memperoleh suara tinggi, tapi kami menang dalam mewarnai pesta demokrasi di Kabupaten Malang,” kata ketua tim kerja Malang Jejeg Sutopo Dewangga.

Disinggung paslon nomor urut 1 dan paslon nomor urut 2 saling klaim unggul didasarkan hasil quick count? Sutopo mengatakan proses penghitungan suara sah nanti ada pada real count, saat penghitungan manual di KPU. Sedangkan Saat ini,terang Sutopo, hanya quick count.

“Nanti yang tepat di reall count KPU, ditunggu saja,” pungkas Sutopo Dewangga.

Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Malang itu sendiri,dari pengamatan Mitratoday.com di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), berlangsung lancar dan aman meski ditengah pandemi Covid-19. Mayoritas di TPS sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Belum diketahui persis tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada saat ini. KPU masih menunggu hasil rekapitulasi.

“Belum tahu mas tingkat partisipasi masyarakat, kami menunggu rekap,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika.

Dari data yang Ada,lanjut mahardika,sekitar 2.003.608 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Malang. Ribuan petugas TNI-Polri di Kabupaten Malang juga telah berjibaku dalam mewujudkan pesta demokrasi berlangsung aman dan lancar.

Terpantau juga ada beberapa TPS Tangguh dalam pesta demokrasi di tengah pandemi saat ini, seperti di TPS 01 Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran yang sempat dikunjungi Forkopimda Kabupaten Malang.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close