logo22019.png

Sebanyak 25 KPM sejahtera di Kecamatan Pagar Jati Mundur dari PKH

Bengkulu Tengah,Mitratoday.com-Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di tiga Desa yang ada di kecamatan Pagar Jati, secara serentak mengundurkan diri dari keanggotaan PKH pada Rabu (21/04/2021).

KPM Graduasi Mandiri, Desa Temiang
KPM Graduasi Mandiri, Desa Temiang

Program Keluarga Harapan merupakan program dari pemerintah yang ditujukan untuk keluarga pra-sejahtera dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Keluarga Penerima Manfaat harus memenuhi syarat khusus, salah satunya, KPM berasal dari keluarga utuh, harus memiliki komponen dan berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah ditandai dengan rumah yang tidak layak huni.

KPM dari PKH ini diperuntukkan untuk keluarga dengan tingkat ekonomi pra-sejahtera, ketika KPM sudah dianggap mampu dan taraf ekonomi membaik maka KPM harus mundur dari kepesertaan PKH secara sadar dan sukarela menjadi KPM graduasi mandiri.

KPM Graduasi, Desa Arga Indah 1
KPM Graduasi, Desa Arga Indah 1

Hal inilah yang mendorong sebanyak 25 KPM di 3 Desa yang ada di kecamatan Pagar Jati dengan uraian, 11 KPM dari Desa Datar Penokot, 10 KPM dari Desa Arga Indah I, dan 5 KPM dari Desa Temiang. Serentak melakukan graduasi mandiri, mundur dari PKH. Secara sadar dan ikhlas melepaskan keanggotaan dikarenakan mereka sudah mampu dan sejahtera.

Rata-rata KPM yang melakukan graduasi mandiri, sudah mempunyai usaha tambahan, ada yang membuka peternakan, kolam Lele, ada yang berjualan kerupuk, ada yang berkebun, ada yang buka warung dan masih banyak lagi usaha lainnya.

Sebagian lagi dikarenakan mereka sudah memiliki rumah bagus. Dan ada juga yang sudah mempunyai kendaraan roda 4 dirumah nya.

Tentu proses menggraduasi KPM cukup menghabiskan waktu yang terbilang lama, dikarenakan pendamping harus memberikan pemahaman dan pola pikir (mindset) kepada KPM bahwa siapa pun yang keadaan ekonomi sudah makmur harus segera mengundurkan diri dari PKH. Karena PKH khusus diperuntukkan untuk masyarakat yang miskin, hal ini yang diungkapkan oleh pendamping PKH kecamatan Pagar Jati.

“Menggraduasi KPM tentu melalui proses yang terbilang cukup lama supaya KPM mau mundur secara sadar. Kita harus memberikan pemahaman bahwa bantuan PKH ini dikhususkan oleh pemerintah untuk masyarakat yang miskin dan memenuhi kriteria teknis, seperti, harus ada komponen (tanggungan) dan memiliki rumah yang tidak layak huni. Bagi KPM yang memiliki rumah yang bagus dengan ekonomi sejahtera, apalagi bagi yang sudah punya mobil dirumahnya, itu harus mundur dari PKH,” tutur Angga.

Namun dengan usaha yang optimal akhirnya KPM bersedia mundur dari keanggotaan PKH. Dan mereka sangat berterima kasih kepada pemerintah khususnya kementrian sosial (kemensos) yang telah memberikan bantuan di PKH, demikian ucap KPM graduasi.

“Kami mengucapkan banyak terima kepada Kemensos, kami sudah cukup terbantukan dengan adanya PKH, dengan adanya PKH keadaan ekonomi kami berangsur membaik bahkan kami sudah bisa menabung walaupun sedikit, untuk menambah usaha kami,”ujar Sakut Hati, KPM Desa Datar Penokot.

Pendamping PKH kecamatan Pagar Jati juga mengucapkan terima kepada KPM yang bersedia mengundurkan diri dari PKH, karena sangat susah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bantuan ini dikhususkan untuk orang yang tidak mampu, karena secara manusiawi ketika ada bantuan semua orang merasa layak menerima nya, dan semua orang mengaku sebagai orang miskin.

“Alhamdulillah sudah ada yang sadar dan mengundurkan diri dari PKH, meskipun meyakinkan KPM untuk mundur dan berhenti menerima bantuan sangat susah, secara manusiawi, pasti semua orang menginginkan bantuan, dan semua orang pasti ngaku miskin kalau ada bantuan, tapi itulah tantangan dari pendamping, bagaimana meyakinkan KPM, dan merubah mindset masyarakat dari yang hobi memiskinkan diri menjadi pribadi yang berusaha kaya.”Pungkas Angga.(AP027).

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close