DaerahHeadlinejawa Timur

Sembilan Tahun 46 Unit Laptop P4TK Pkn IPS Malang Raib

Malang, mitratoday.com – Paket pengadaan unit laptop sebanyak 78 unit yang di mulai tahun 2006 hingga 2015 di Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK PKn IPS) Malang Tengah menjadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Pasalnya sesuai data resmi BPK RI tahun 2016 dari total pengadaan sebanyak 78 unit laptop, 46 laptop dinyatakan raib sedangkan sisanya berhasil di temukan usai BPK RI membentuk tim Inventarisir aset pengadaan. Akibatnya, pengadaan dengan nilai total mencapai Rp 1,2 miliar tersebut membuat negara mengalami kerugian sekitar 40% dari total nilai anggaran.

Disebutkan dalam rilis resmi yang di keluarkan BPK RI bahwa nilai kerugian negara yang di sebabkan dugaan pengadaan laptop fiktif tersebut harus di kembalikan ke kas negara, namun kuat dugaan bahwa pihak P4Tk PKn IPS tidak melakukan pengembalian seperti yang tertera dalam perintah yang di keluarkan BPK RI tersebut.

Dari hasil penelusuran Mitratoday.com di ketahui bahwa pada tahun tersebut yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)yakni Muhajjir yang saat ini telah di pindah ke wilayah Yogyakarta, sedangkan Pejabat Pembuat Teknik Kerja (PPTK) paket pengadaan yakni Dr. Achmadi yang saat ini masih menjadi salah satu pejabat di lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan ini.

Saat beberapa kali wartawan Mitratoday.com berusaha menghubungi Achmadi, yang bersangkutan sering menghindar dengan berbagai alasan. Tersiar kabar bahwa Achmadi sempat mencoba menyuap salah satu awak media dengan tujuan untuk tidak memberitakan adanya pemberitaan temuan dugaan laptop fiktif ini karena rasa takut.

Hal ini di perkuat dengan pengakuan Dr. Umar MM, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Penganggaran P4TK PKn IPS saat mendampingi Kepala Bagian Umum Affandi menemui Wartawan Mitratoday.com untuk mengklarifikasi dugaan pengadaan laptop fiktif ini. Umar sendiri mengaku dirinya baru di mutasi dari P4TK Bidang Otomotif dan elektronik (BOE) yang berada di kawasan Arjosari Kota Malang, selain itu ia juga mengaku mempunyai tugas untuk membenahi berbagai masalah yang ada di kedua lembaga tersebut.

Umar menyebut rasa takut Achmadi di duga karena adanya persoalan yang terjadi di P4TK BOE. “Ya di karenakan ada masalah (Achmadi) di P4TK BOE,” ujar Umar tanpa mau menyebut permasalahan yang di hadapi Achmadi.

Pertemuan dengan Affandi di dampungi Umar itu sendiri di lakukan usai awak media menghubungi Achmadi dan di jawab oleh pria yang berdomisili di kawasan Jalan Sulfat ini agar menghubungi Kepala Bagian Umum P4TK PKn IPS Affandi yang di akuinya adalah mantan staf saat dirinya menjadi PPTK paket pengadaan laptop yang di duga fiktif tersebut selasa siang (14/11).

Affandi saat di konfirmasi, menjelaskan bahwa pengadaan laptop tersebut dilaksanakan selama beberapa tahun mulai tahun 2006 hingga di keluarkannya temuan seperti yang tertera dalam temuan BPK RI tahun 2016.

“Karena di tahun 2015 kami tidak ada pengadaan sebanyak itu, tapi kalau pengadaan yang di sebut mulai tahun 2006 hingga ada temuan data BPK benar,” ujar Affandi.

Namun ia menjelaskan bahwa saat adanya inventarisasi ulang oleh tim Inventarisir dari BPK terdapat kekurangan sebanyak 46 unit laptop itu karena di bawa oleh para staf dan pegawai saat melakukan dinas luar.

“Mungkin saat ada inventarisir ulang dari BPK itu , unit -unit laptop yang di maksud sedang di gunakan staf maupun para Widya Iswara untuk aktivitas di lapangan maupun ke daerah lain,” ungkap Affandi.

Di tambahkan Dr.Umar. MM pihaknya juga kerap menemukan adanya inventaris di kedua lembaga pendidikan yakni P4TK PKn IPS dan P4TK BOE salah satunya Laptop yang masih di pakai Widya Iswara yang telah pensiun dan belum di kembalikan.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada tanggapan resmi dari oknum pejabat yang di tunjuk sebagai PPK maupun PPTK yakni Muhajir maupun Achmadi terkait dugaan pengadaan fiktif laptop seperti yang tertera dalam rilis resmi BPK RI tahun 2016. (RED)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button