HeadlineLampung

Senator Senayan Minta Menteri PU PERA Tinjau Proyek Jalan Nasional 

Lampung tengah, mitratoday – Senator Senayan Anang Prihantoro Asal Lampung, minta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) untuk mengevaluasi proyek pembangunan jalan Nasional di Lampung Tengah, Sabtu (1/9/18).

Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Anang Prihantoro saat melihat dan mendengarkan langsung keluhan warga Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah, yang terdampak pengerjaan Cor beton.

“Keluhan masyarakat yukum jaya, poncowati dan Terbanggi besar ini sangat serius, pembangunan jalan negara ini merupakan hal yang baik, kita semua membutuhkan itu, akan tetapi dari sisi perencanaan kalau hanya dibangun jalan tapi draynase serta dampak sosial ekonomi tidak di perhatikan maka itu tidak tuntas,” ucap Anang.

Menurut Anang, Anggota Komite II DPD RI, pembangunan harus menguntungkan masyarakat, apalagi mengorbankan masyarakat.

“Apalagi secara ekonomi tadi saya mendengar bahwa usaha disini rata-rata menurun hingga 75 persen, ini belum musim penghujan, baru hujan sekali dua sudah seperti ini, kita lihat penjual makanan sudah nyaris lumpuh,” tegasnya.

Lanjut Anang, jalan sepanjang 2 kilometer banyak warga setempat yang terdampak pekerjaan tersebut, “Menurut saya solusi nya adalah pembuatan draynase dan satu paket pembangunan jalan,” jelasnya.

Dalam hal itu Anang Prihantoro bersama masyarakat akan berupaya koordinasi dengan Kementerian PUPERA untuk segera melakukan evaluasi perencanaan pembangunan jalan tersebut.

“Karena ini jalan negara, maka yang harus tau adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, jangan-jangan tidak hanya terjadi disini, bisa saja terjadi di daerah lain, dan inilah terjadi didepan mata kita, ini sejak enam bulan yang lalu, jika ini terjadi sampai enam bulan kedepan maka warga yang dikiri kanan jalan akan kebanjiran serta kegiatan ekonomi akan lumpuh,” pungkas nya.

Sebelum mengakhiri wawancara, Anang Prihantoro memberi saran kepada menteri PU PERA untuk memperbaiki perencaan dan membuat draynase, “Ini tidak bisa lama-lama karena ini menyongsong musim hujan, saya bicara dengan menteri PU PERA siapa yang mengerjakan ini, hingga ketingkat teknis pengerjaan nya,” tutup Anang.

Ditempat yang sama, Amin salah satu warga mengatakan bahwa usaha warung banyak yang tutup sejak enam bulan yang lalu, “Saya berharap segera di selesaikan jalan ini, dan draynase nya di pasang,” imbuh Amin.

Sementara itu, Suherni pedagang makanan mengaku omsetnya menurun sampai 75 persen semenjak ada pembangunan jalan tersebut, ”Biasanya mendapat uang hingga 700.000 perhari, saat ini hanya 200 saja, karena tidak ada orang yang mau mampir akibat imbas debu jalanan ini,” bebernya. (Iswan)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button