DaerahHeadlineMalang

Siap Masuk Top 15, Inovasi UKM Flash Bakal Jadi Andalan Pemkab Malang

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Pemkab Malang diketahui sangat siap diajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tahun 2021 yang diselenggarakan Pemprov Jatim.

Diketahui inovasi yang bakal dijadikan andalan adalah UKM Flash Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang tengah dikembangkan di wilayah Kecamatan Ampelgading. Hal ini dibenarkan Kadinkes Dr.drg.Arbani Mukti Wibowo saat dihubungi Mitratoday.com selasa (5/10/2021).

Arbani menjelaskan pihaknya tengah mengembangkan inovasi bertajuk UKM Flash di Kecamatan Ampelgading . UKM Flash sendiri kata mantan Direktur RSUD Lawang ini memiliki makna, Abundant (Keberlimpahan), Velocity (kecepatan) dan Enlighment (Pencerahan).

“Spiritnya cukup mengilhami kita untuk membuat sistem difusi inovasi yang terintegrasi,”ujar Arbani Mukti Wibowo.

Sementara Kepala Puskesmas Ampelgading dr.Rahma merinci difusi inovasi terintegarasi tersebut meliputi Peningkatan akses pemberdayaan masyarakat melalui health cadre ( Kader kesehatan).
“Melalui pelatihan, mentoring dan pendampingan menggunakan pendekatan metode PBL ( Problem Base Learning) pendekatan pelatihan berbasis masalah,”kata dr.Rahma selasa (5/10/2021).

Inovasi lainnya lanjut Rahma, adalah dibidang TI (ICT) yakni upaya mengembangkan platform Digital untuk quick respon dan pelaporan kasus.

Melihat kedua nya, lanjut dr.Rahma ada Skala priortitas yang di titik beratkan pada 4 program kesehatan diantaranya Peningkatan cakupan PUS 4T berkB, Peningkatan cakupan temuan suspek TB, Peningkatan cakupan ANC Terpadu kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Penurunan kasus kekurangan gizi bagi balita.

Dari sisi Keuntungannya, tutur dr.Rahma, lewat implementasi inovasi tersebut diharapkan mempercepat penemuan kasus, lantaran menggunakan perpanjangan sistem jejaring kader di desa. Saat ini jumlah kader di 13 desa di Kecamatan Amplegading sendiri sejumlah 360 Kader yang terintegrasi dengan 26 PPD di kecamatan Ampelgading.

“Lewat pelaporan kasus yang cepat dan valid amak penanganan atau treatment awal bisa dilakukan secara cepat,”ungkap dr.Rahma.

Alhasil, dari inovasi yang dikembangkan tersebut, ada 4 program prioritas yang ada di Puskesmas Ampelgading terbukti telah membuahkan hasil bagus, diantaranya, ditahun 2018 kasus TB Paru yang berhasil ditemukan hanya sekitar 110 orang atau sekitar 12,60 persen dari target 873 orang.

“Tahun 2019 (awal penggunaan UKM Flash) dari target 512 orang, tercapai 170 orang atau sekitar 33,20 persen saja, dan ditahun 2020 dari target 580 orang, tercapai 240 orang (41,38%),”urai Rahma.

Rahma menambahkan, cakupan program PUS 4T ber-KB pada Tahun 2018, dari target 1.200 orang, tercapai 234 orang atau sekitar 19,50 persen. Ditahun 2019 dari target 3.282 orang, hanya tercapai 543 orang atau 16,54 persen. Sementara di tahun 2020 dari target 3.401 orang, tercapai 3.670 atau sekitar 107 persen.

“Di bidang cakupan ANC Terpadu di tahun 2018, dari target 912 orang, kita berhasil mencapai 530 orang atau 58,11 persen saja, di tahun 2019 dari target 904 orang sudah tercapai 882 orang atau 97,57 persen, dan di Tahun 2020 dari target 898 orang, tercapai 860 orang atau 95,77 persen,”beber dr Rahma.

Terakhir di bidang Balita Gizi Kurang, lewat inovasi yang dikembangkan, ulas dr Rahma ada progres peningkatan, di tahun 2018, dari 3.446 jumlah balita, 204 balita dinyatakan berstatus balita gizi kurang atau sekitar 5,91 persen.

“Sedangkan di tahun 2019, dari 2.761 balita yang tertimbang ada 146 balita berstatus gizi kurang, dan di tahun 2020, dari balita tertimbang sejumlah 3.147, terdapat 116 balita gizi kurang atau 3,68persen,”pungkas dr Rahma.

Sementara Arbani mengaku cukup optimis, lewat inovasi UKM Flash yang tengah dikembangkan tersebut, Kabupaten Malang mampu menembus 15 besar Kovablik 2021.

Menurutnya, akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Malang khususnya Dinas Kesehatan jika inovasi yang dikembangkan bakal menjadi aset Pemprov Jatim. Artinya Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah terinovatif bukanlah isapan jempol belaka.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: