Soal Stunting, Sanusi : Datanya Jangan Ditutup-tutupi

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Bupati Malang HM Sanusi mengingatkan kepada seluruh Satuan Perangkat Kerja Kabupaten Malang untuk serius menangani masalah stunting di Kabupaten Malang. Keseriusan tersebut, kata Sanusi sangat dibutuhkan agar membuahkan hasil maksimal berupa penurunan angka stunting di Kabupaten Malang.

Termasuk data kasus stunting di wilayah-wilayah kecamatan harus valid, jangan ditutup-tutupi. Hal ini untuk memudahkan penanganan stunting termasuk intervensi yang bisa dilakukan Pemerintah,”tandas Sanusi rabu (27/10/2021).

Sanusi menyebut dirinya tidak mau ada data yang harus ditutupi seperti yang dialami saat menangani kasus Covid beberapa waktu lalu hingga mengaku sempat ditegur Presiden Jokowi.

“Sampaikan saja, jangan yang buruk disembunyikan,lantas yang baik di sampaikan ke Bupati, gak benar itu. Baik buruk disampaikan saja agar kita tahu dan tepat mengambil keputusan,”ujar Sanusi.

Hal sama lanjut Sanusi juga berlaku soal penanganan kasus stunting tersebut harus dilakukan dengan sungguh -sungguh dan bukan hanya sekedar menghabiskan anggaran Pemerintah. Menurutnya harus ada perencanaan yang tepat, schedule serta kebutuhan biaya yang dibutuhkan.

“Ya seperti rembug stunting ini, apa hasilnya, aksi di lapangan seperti apa, nanti dievaluasi, jika berhasil ya diteruskan, tapi jika tidak kita evaluasi apa kekurangannya, jadi kita tahu penanganan stunting yang tepat itu seperti apa,”ungkap Sanusi.

Sanusi membeberkan, dari hasil laporan yang ia terima dari Kadinkes, terungkap bahwa kasus balita penderita stunting di Kabupaten Malang saat ini mencapai 15.400 jiwa yang tersebar merata di Kabupaten Malang.

Mendapati jumlah penderita stunting yang cukup besar tersebut, dirinya meminta ada klasifikasi jumlah penderita dengan kategori berat,ringan dan sedang.

“Setelah itu lakukan diagnosanya seperti apa, dan intervensi yang bisa dilakukan pemerintah seperti apa, terus yang dibutuhkan apa segera dipenuhi jangan hanya sekedar omongan saja,”beber Sanusi.

Ia mencontohkan seperti Ibu hamil harus di intervensi dengan kewajiban memeriksakan kondisi kehamilan secara berkala termasuk memberikan obat dan vitamin yang diperlukan bagi ibu hamil, kemudian lanjut Sanusi, soal Balita yang berpotensi mengalami stunting harus diberikan bantuan seperti susu formula, sedangkan anak usia 6 tahun keatas diberi susu segar.

“Makanya saya minta kasus stunting ini harus tertangani dengan baik. Bahkan di tahun 2022 Kabupaten Malang saya target zero stunting,”pungkas Sanusi.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close