BlitarDaerahHeadlineHukum

Soal Video Viral Aliran Sesat, Kapolres Blitar : Itu Fiktif, Hanya Untuk Naikan Viewer

Blitar,mitratoday.com – Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria membenarkan bahwa video viral aliran sesat yang memperbolehkan jamaahnya bertukar pasangan tanpa harus menikah, merupakan konten yang dibuat oleh Samsudin. Diketahui konten tersebut dibuat di wilayah Jawa Barat.

Dari interogasi yang dilakukan Polres Blitar, Samsudin mengakui bahwa dirinya sengaja membuat konten tersebut hanya untuk menaikkan viewer (penonton). Samsudin sengaja membuat konten fiktif (tidak asli) dengan tujuan agar dirinya menjadi terkenal.

“Jadi saya sampaikan, untuk video viral yang dilakukan Samsudin itu ada hal yang harus saya tegaskan. Pertama bahwa video itu dibuat hanya untuk menaikkan subcriber yang bersangkutan, dan kedua pengobatan itu tidak ada,” jelas Wiwit, Selasa (27/02/24).

Wiwit pun memastikan bahwa aliran sesat yang beredar di media sosial tersebut fiktif belaka. Dirinya juga memastikan tidak ada aliran sesat di Kabupaten Blitar seperti yang ada di video tersebut.

“Yang disebutkan di video itu fiktif tidak ada di wilayah kabupaten Blitar,” tegasnya.

Wiwit pun menegaskan bahwa Polres Blitar tidak akan tinggal diam terkait video yang meresahkan masyarakat tersebut. Pihaknya telah mendatangi Samsudin atau yang terkenal dengan sebutan Gus Samsudin, untuk klarifikasi terkait hal itu.

Hasilnya, Samsudin mengakui kesalahannya dan siap untuk memberikan klarifikasi terkait video aliran sesat bertukar pasangan. Jika Samsudin tidak membuat klarifikasi, maka Polres Blitar bakal melanjutkan proses hukumnya.

“Deskripsi video di bawah ada disklaimernya ini agak culas dan meresahkan, yang bersangkutan pagi ini berjanji membuat klarifikasi terkait video itu karena ini meresahkan,” beberanya.

Ditanya soal proses hukum lanjutan, Wiwit masih akan menunggu janji dari Samsudin membuat klarifikasi. Jika tidak ada klarifikasi maka pihaknya akan mengambil sikap tegas terhadap kasus ini.

“Perlu kedewasaan untuk yang melihat atau yang membuat tidak perlu membuat konten yang meresahkan untuk meningkatkan follower. Ini perlu kedewasaan dari konten kreator maupun masyarakat,” tutupnya.

Pewarta : Novi

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button