DaerahHeadlinejawa TimurMalang

Stunting Di Kabupaten Malang, Butuh Sinkronisasi Data dan Anggaran

Malang,mitratoday.com-Data valid kasus stunting di Kabupaten Malang masih menjadi persoalan tersendiri, pasalnya pendataan yang ada di Kabupaten Malang diketahui masih simpang siur antara data milik Pemerintah dengan data riel yang ada di lapangan.

Menurut Bupati Malang Sanusi,, data valid disetiap wilayah tersebut sangat diperlukan untuk dijadikan acuan melakukan intervensi penanganan stunting di setiap wilayah di Kabupaten Malang, termasuk didalamnya adalah penggunaan Dana Desa (DD) untuk penanganan kasus stunting disetiap desa.

“Jika tidak dilakukan (pendataan) validasi, kami khawatir akan ada benturan anggaran yang bersumber dari pemerintah dengan Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk stunting ini, sehingga akan jadi temuan BPK,”kata Sanusi kamis (8/9/2022).

Untuk itu, pihaknya meminta data-data yang valid soal kriteria balita bisa dikatakan beresiko stunting secara pasti. Ia mencontohkan seperti ukuran berat badan, ukuran panjang balita beresiko stunting tersebut semua harus didata dengan jelas dan tepat.

“Karena jika kita tahu pasti kriterianya,maka akan memudahkan pemerintah melakukan intervensi dan penanganan khusus stunting diwilayah ,termasuk jumlah balita beresiko stunting dan proses waktu penyembuhan atau penanganan,”tandas Sanusi.

Ia berkeyakinan, jika untuk proses pemulihan atau penanganan balita resiko stunting ini juga membutuhkan waktu, artinya untuk menanganinya tidak semudah membalikkan tangan. Butuh waktu dan proses didalamya.

Meski demikian, ucap Sanusi, ia mengaku cukup optimis, asalkan penanganan stunting ini dilakukan secara benar, tepat sasaran sesuai data yang valid, diakhir tahun 2023 mendatang, secara keseluruhan Kabupaten Malang bakal menjadi zero stunting.(Sigit)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button