DaerahHeadlineMalang

Support Kadishub Kabupaten Malang : Saling Menguatkan, WFH Di Hilangkan Gegara PSBB

Penulis : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya membuat sebagian besar personel OPD hingga Polres TNI kelelahan.

Pasalnya, dengan jumlah personel yang terbatas, para personel dituntut untuk memberikan tenaga ekstra untuk berbagai tugas yang diemban terutama mensukseskan PSBB.

Hal itu seperti yang terjadi pada Dinas Perhubungan Kabupaten Malang.

Dengan hanya mempunyai 270 personel kurang lebih, anggota Dishub dituntut mobilitas yang tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Hafi Lutfhi menjelaskan dengan 270 personel yang dimiliki, menyebabkan dirinya memberikan ekstra pekerjaan ke anggotanya.

Buktinya, meskipun adanya pemberlakuan Work From Home (WFH), anggotanya terpaksa harus tetap ke lapangan untuk bertugas piket Check Point.

“Iya awalnya ada kebijakan WFH tapi apakah bisa? Sekarang tidak bisa. Yang WFH itu ya harus piket kan sekarang ada Check Point juga,” ujar Hafi Luthfi Sabtu (23/5/2020).

Selain kebijakan WFH, anggota Dishub juga harus rela kebijakan satu hari kerja satu hari libur juga hilang.

“Ya sama saja memang awalnya one day off itu berlaku di petugas uji KIR. Tapi ketika off itu sekarang ya kami gunakan untuk piket Check Point dan patroli,” kata ia.

Untuk itu, Lutfhi mengantisipasinya dengan memberikan nutrisi ke para anggotanya ketika bekerja di lapangan.

“Kami berikan nutrisi biar tidak lelah. Sekarang kerjaan anggota itu luar biasa. Contohnya, bisa saja hari ini nge pos di Check Point Lawang besoknya Ampelgading,” tuturnya.

Selain memberikan vitamin, Lutfhi mengaku perlu memberikan perhatian lebih ke setiap anggotanya yang bertugas.

“Ya sekarang saya sering memberikan semangat. Menelpon mereka satu per satu keadannya bagaimana. Kami saling menguatkan,” tutup Luthfi.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button