DaerahHeadlinejawa Timur

Terkait Dugaan Mark Up,  Komisi D Bakal Panggil Pejabat DLH 

Mitratoday.com, Kabupaten Malang – Dugaan mark up dalam pengadaan langsung bak sampah karet dan pengadaan langsung karung sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, menuai perhatian dewan. Menyikapi dugaan itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, akan mengagendakan pemanggilan untuk meminta penjelasan tentang selisih harga pengadaan.

“Kita akan coba panggil DLH, untuk memberikan klarifikasi mengenai selisih harga ini. Karena, tidak dibenarkan jika selisih harga pada dua pengadaan tersebut, itu digunakan pula untuk pelaksanaan rapat. Karena, rapat-rapat dinas itu sudah dianggarkan sendiri. Aturannya pun, juga seperti itu,” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Darmadi usai mengikuti rapat paripurna DPRD jumat(8/6)
Ditambahkan politisi dari FPDI Perjuangan Kabupaten Malang itu, ketika bicara good goverment atau clear goverment, seharusnya dinas itu paham. Artinya, semua harus mengacu pada e planning dan e budgeting. Sehingga, pengadaanya pun harus memakai katalog atau harga yang sudah disesuaikan.

“Kalau ada selisih harga, itu harusnya ada penjelasannya. Sebagai contoh, mungkin ada tambahan komponen yang menjadikan munculnya selisih harga. Bukan justru, selisih itu muncul dengan alasan untuk rapat,” ujar Darmadi
Pemanggilan ini , menurut Darmadi sangat penting.

“Apa yang membuat selisih harga tersebut, pun harus dijelaskan. Jangan sampai, temuan ini juga membuat membengkaknya anggaran di dinas-dinas,”ungkap Darmadi.

Sebagaimana diberitakan, pada pengadaan bak sampah karet, DLH mengalokasikan dana sekitar Rp 135 juta untuk 1500 unit bak sampah. Sehingga, per unit mendapat kisaran harga Rp 90 ribu. Padahal, harga dipasaran sekitar Rp 50 ribu.

Hal yang sama juga terjadi pada pengadaan langsung karung sampah. DLH mengalokasikan anggaran sekitar Rp 37,500 juta untuk 5000 unit karung. Atau, per satu unit mendapat kisaran harga sekitar Rp 7500. Padahal, yang membedakan karung ini dengan karung pada umumnya hanya pada tulisan. Sementara karung tersebut, juga bukan jenis karung goni. (GT)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button