Home » Daerah » Bengkulu » Tradisi Usai Lebaran,Desa Pondok Kelapa Jalani Lebaran Ketupat

Tradisi Usai Lebaran,Desa Pondok Kelapa Jalani Lebaran Ketupat

Benteng,Mitratoday.com-Sebagai bentuk rasa syukur atas ibadah yang telah dilalui di bulan ramadhan dan hari raya idul fitri yang telah dilaksanakan, warga dua desa di Kabupaten Bengkulu Tengah, mengadakan tradisi syawalan atau lebaran ketupat.

Tradisi ini juga sebagai bentuk kebersamaan dan saling berbagi kepada warga yang tidak bisa merasakan makan ketupat di hari raya idul fitri lalu.

Sejak pagi hari(12/6), warga dusun pekalongan Desa Panca Mukti Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah berbondong-bondong datang ke masjid setempat, dengan membawa ketupat yang lengkap dengan gulainya. ketupat yang dibawa oleh warga, lalu dikumpulkan didalam masjid. usai bersalawat dan memanjatkan doa lalu ketupat yang dibawa oleh warga disajikan untuk disantap bersama-sama.

Salah seorang warga Maisaro mengatakan, momen ini merupakan saat yang dinanti-nanti untuk saling silahturahmi sekaligus saat yang tepat untuk makan- makan bersama.

” saya sendiri membawa gulai ada tiga macam untuk kami makan bersama, pokonya dalam setahun ada tiga kali kami seperti ini, yakni hari raya lebaran, lebaran haji dan lebaran ketupat,” katanya.

Tradisi syawalan, atau lebaran ketupat ini digelar seminggu atau sepuluh hari usai hari raya idul fitri atau biasa disebut juga lebaran kedua, bagi warga yang melaksanakan puasa dibulan syawal. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas ibadah yang telah dilalui selama bulan ramadan dan idul fitri, tradisi ini juga sebagai bentuk kebersamaan bagi warga yang tidak bisa menyantap ketupat dihari raya idul fitri lalu dan juga sebagai moment saling memaafkan bagi warga yang belum sempat bermaaf-maafan dihari raya idul fitri yang lalu.

“Memang tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang kami dan memang harus kita lestarikan.banyak sekali hikma yang terkandung didalamnya seperti kebersamaan antar sesama, mudahan-mudahan ini bisa terus dipertahankan sampai anak cucu kita,”ungkap imam masjid dusun pekalongan desa panca mukti Mifitul Umam.

Tradisi ini telah dilaksanakan secara turun temurun oleh warga di dua desa yang ada dalam kecamatan pondok kelapa, yakni desa pulau beringin dan desa panca mukti yang mayoritas keturunan suku jawa. Tradisi ini sendiri sempat menghilang beberapa tahun dan baru dihidupkan kembali dalam enam tahun terakhir.

(Red)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

twelve − six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.