DaerahHeadlineMalang

Vaksinasi Door To Door Di Mulai Serentak Di Kabupaten Malang, Ini Alasan Bupati Malang

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Pemkab Malang memulai vaksinasi door to door dengan menyasar kaum Lanjut Usia (Lansia) diseluruh wilayah Kabupaten Malang mulai senin (11/10/2021).

Vaksinasi door to door tersebut kata Bupati Malang HM Sanusi dilakukan setelah dari hasil evaluasi diketahui bahwa salah satu penyebab lambatnya capaian sasaran target vaksinasi di Kabupaten Malang.

“Ini untuk mempercepat target sasaran vaksinasi di Kabupaten Malang. Tapi bagi masyarakat selain Lansia dan Orang yang sakit, vaksinasi tetap di Desa masing-masing,”kata Sanusi senin (11/10/2021).

Sanusi menambahkan, untuk mempercepat target capaian vaksinasi tersebut, dirinya mempersilahkan setiap kecamatan dan muspika nya untuk berinovasi agar capaian target vaksinasi tercapai. Ia menekankan bahwa penanganan Covid termasuk vaksinasi ini tidak hanya tugas Bupati dan Wakil Bupati,tapi sudah menjadi tugas bersama untuk menanganinya.

Sementara terpisah, Kadinkes Kabupaten Malang Dr.drg.Arbani Mukti Wibowo menjelaskan bahwa capaian target vaksinasi dosis 1 sudah mencapai sekitar 1.105.076 ribu atau sekitar 53,17 persen.

“Sedangkan dosis 2 mencapai 388.461 jiwa atau sekitar 18,69 persen dan dosis 3 khusus untuk tenaga kesehatan telah mencapai 7.955 orang atau 95,54 persen,” kata Arbani Mukti Wibowo senin (11/10/2021)

Senada dengan Sanusi, Arbani menyebutkan untuk mempercepat capaian target vaksinasi di Kabupaten Malang, Pemkab Malang telah membuat kebijakan untuk melakukan vaksinasi door to door kepada warga yang sakit dan kaum Lansia yang mulai dilakukan hari Senin (11/10/2021).

Teknisnya terang Arbani, tim vaksinator akan dibagi.

“Ada tim yang lakukan vaksinasi di desa, dan tim yang mengunjungi rumah warga yang belum tervaksin,”ulas Arbani Mukti Wibowo.

Soal tim vaksinator sendiri, Arbani mengaku jika jumlah tim vaksinator mencukupi. Ini setelah Pihaknya bekerjasama dengan beberapa sekolah kesehatan di Malang diantaranya Stikes Widyagama dan Stikes Kepanjen.

“Ini masih didukung oleh Bidan Desa maupun relawan desa untuk menyelesaikan urusan administrasi warga, artinya tim khusus vaksinator bisa fokus melakukan vaksinasi,”pungkas Arbani Mukti Wibowo.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: