DKI JakartaHeadlineNasionalTokoh

Warga Desa Tanjung Burung Harapkan Pemerintah Membedah Rumahnya

Tanggerang, mitratoday.com – Setiap orang pasti mendambakan Rumah yang layak huni seperti halnya yang kini diharapkan Mirja salah seorang warga RT 13 RW 07 Kampung Cirumpak Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.

“kami terpaksa bertahan hidup dengan keadaan rumah yang tidak layak huni atau rumah gubuk bambu. karena tidak memiliki kemampuan untuk memperbaikinya,” ucap Mirja.

“Kami sehar-hari bekerja serabutan, yaitu buruh harian lepas tukang ikat caring ikan, itu pun kalau ada yang nyuruh penghasilan cuma 30.000/hari. dengan keadaan seperti ini tidak mungkin kami bisa memperbaiki rumah,” tambahnya.

Keluarga mirja berharap kepada kepala Desa yang baru,harus adanya perubahan, apa yang saya harapkan cuma bisa berharap.

Hal senada diungkapkan oleh Rohani, (70) Kondisi rumah kami kampung cirumpak masih beralaskan tanah, hampir semua beratap langit, bermalam di terangi lampu dan bulan.

Bagian paling belakang bilik bambunya juga sudah pada bolong, jika musim penghujan tiba mereka sekeluarga mengaku tak tidur, karena di dalam rumah penuh dengan lumpur dan genangan air.

“Kami sekeluarga yang beranak cucu 4 seperti telah bersahabat dengan kesulitan, berkawan dengan penderitaan serta mungkin bersaudara dengan ketidak pedulian pemerintah, Kami bersama anak membersihkan air yang masuk ke dalam rumah dan mengeluarkan sisa-sisa lumpur sambil menunggu air surut,” tutur Rohani.

Demikian halnya dikatakan anaknya Bu Rohani yang memiliki empat anak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ajah sulit.

“kami sangat berharap kepada pemerintah bisa membantu kami menempati rumah yang layak ,” harapnya.

Idris Efendi kepala Desa Tanjung Burung kecamatan Teluknaga juga turut prihatin.

“kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warganya dengan berbagai cara.” ucapnya. (Rohmat)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button