DaerahHeadlineSerdang Bedagai

Warning Wabup, Kades dan Kroni Dilarang Campuri Bumdes

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Wakil Bupati Malang Drs.H.Didik Gatot Subroto memberikan warning kepada para Kepala Desa di Kabupaten Malang untuk tidak mencampuri urusan operasional Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Kata Didik, warning ini juga berlaku bagi Perangkat desa dan keluarga maupun orang-orang terdekat para kades.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar keberadaan Bumdes tersebut bisa profesional dan membawa hasil terhadap perekonomian masyarakat.

“Harus seperti itu, meski operasional Bumdes ini kan berasal dari anggaran Dana Desa (DD) yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, artinya gak boleh salah arah,” Jelas Didik, Kamis (7/10/2021).

Solusinya , lanjut Didik harus dipilih sdm yang memiliki skill dan berkompeten agar Bumdes mampu menghasilkan peningkatan kapasitas perekonomian masyarakat.

Karena itu Didik mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi adanya kerjasama antara Bumdes di Kabupaten Malang dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. Banyak sisi keuntungan yang didapatkan melalui kerjasama tersebut. Selain pendampingan dan pengawasan juga ada bimbingan agar lebih terarah.

“Lewat kerjasama pendampingan tersebut, kita yakin Bumdes akan berkembang lebih baik lagi, dan bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Desa (PADes),” Jelasnya.

Menurutnya banyak yang bisa dikembangkan Bumdes dengan memanfaatkan potensi yang ada dimasing-masing desa, mulai pertanian, pariwisata juga dibidang jasa.

“Untuk bisa semakin berkembang , ada empat hal yang harus dilakukan Bumdes.
Keempat hal tersebut diantaranya pemetaan lokasi dan potensi masing – masing desa, oeningkatan manajemen Bumdes, memiliki jiwa interprenership dan keterbukan serta transparansi dan jaringan komunikasi antar Bumdes yang harus dijaga.” Jelas Didik.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: