Way Kebagusan Diduga Tercemar Limbah PT ASM, GML Akan Surati Pihak Terkait

Pewarta : Iswan

Lampung Tengah,mitratoday.com-Organisasi Masyarakat Gema Masyarakat Lokal Kabupaten Lampung Tengah, Keluhkan pembuangan limbah dari PT. Anak Tuhan Sawit Mandiri di Way Kebagusan.

Akibat pembuangan limbah tersebut, Banyak ekosistem di Way Kebagusan Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah.

Dalam hal ini, DPD Ormas GML Lampung Tengah, Berusaha mengkroscek kejadian pembuangan limbah di Way Kebagusan. Ternyata benar, Air yang keruh berwarna hitam dan ikan pada mabuk.

Diperkirakan pada hari rabu (16/6/21) ketua investigasi Dedi asmara mendapatkan laporan dari warga bhwa disungai kampung bumiratu ada ikan pada mabuk yang diduga disebabkan oleh pencemaran limbah PT Anaktuha Sawit Mandiri.

“Lalu saya mengajak Panglima GML Ahmad Dasuki untuk turun dan croscek ke lapangan, ternyata benar hasil temuan kita disungai Way Kebagusan airnya keruh dan ikan pada mabuk indakasi disebabkan olh limbah sawit dari PT.ASM yg kebradaan lokasi pabrik sekitar 500 meter dari sungai,”kata Desi.

Dalam hal ini Ketua Investigasi Dedi Asmara mengambil semple dan melakukan penelusuran dari asal muasal air menjadi keruh dan menyebabkan ikan mabuk.

“Kami menelusuri asal muasal limbah tersebut, kearah pembuangan limbah yang di sekitar pabrik, dan kami temukan penyebab air keruh, dari selang pembuangan limbah perusahaan tersebut. ini sudah terjadi yang kesekian kalinya, ini kenapa bisa terjadi lagi, ” Terang Dedi, Selasa 22 Juni 2021.

Menindaklajuti hal ini pihak Ormas GML diwakili oleh Panglima GML dan ketua Investigasi Dedi berupaya mengkonfirmasi bersama wartawan ke pihak PT. ASM, tapi sangat disayangkan yang menangani limbah sedang tidak berada ditempat.

“Pihak management PT. ASM belum memberikan jawaban yang memuaskan, banyak hal yang perlu akan dipertanyakan, GML tidak main-main kali ini. Kami tetap akan menindak lanjuti hal ini sampai ada peyeselesaian yang jelas dalam menangani limbah. Kalau dibiarkan akan selalu begini,” Tegas Dedi.

Yang jelas, Tambah Ahamd Dasuki, GML Lamteng menuntut pemulihan, pemeliharaan ekosistem yang rusak,”kami pun ikut punya tanggung jawab menjaga kelestarian alam, ini tidak bisa kita biarkan,”imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Pihak PT. ASM belum bisa memberikan jawaban, pasalnya orang yang menangani limbah masih sedang diluar kota. “Maaf pak, orang yang membidangi dan menangani limbah sedang tidak ada di tempat, Kalau saya ngomong takut salah. Karena ini bulan bidang saya, Agendakan saja pak minggu depan,” Tutup Beni.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close