Home » Daerah » YEZS Nilai Event Tour De Siak 2019 Tidak Pantas Dipaksakan

YEZS Nilai Event Tour De Siak 2019 Tidak Pantas Dipaksakan

Siak,Mitratoday.com-Berbahaya, Pengurus Yayasan Ekosistem Zamrud Siak (YEZS) desak Tour de Siak 2019 dihentikan karena kualitas udara di Riau yang berbahaya.

Pengurus YEZS mendesak pemerintah Kabupaten Siak menghentikan iven balap sepeda internasional Tour de Siak 2019. Alasannya, kualitas udara berbahaya karena asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kami menilai iven ini terlalu dipaksakan. Ini bisa membahayakan kesehatan para pebalap dan masyarakat,” kata Sekretaris YEZS Ahmad Syahid, Jumat (20/9/2019).

Ia menilai kegiatan sport tourism dengan tujuan menggenjot sektor pariwisata Siak ini tidak pantas dipaksakan, karena justru bisa memperburuk citra daerah.

Iven Balap Sepeda Tour de Siak merupakan iven sport tourism, dalam kondisi normal dapat dimaknai kegiatan olahraga yang tujuannya untuk kesehatan.

Namun saat ini kondisi udara sedang tidak sehat, hal itu ditandai dengan Status Darurat Asap merupakan warning bahwa kualitas udara tidak baik untuk kesehatan.

“Status darurat asap merupakan pertimbangan yang sangat kuat untuk dijadikan dasar menghentikan iven yang telah berjalan 7 tahun berturut-turut ini,” kata Ahmad Syahid didampingi bendahara YEZS Said Eka N.

Menurut dia, keputusan melanjutkan penyelenggaraan Tour de Siak kali ini terlihat kontradiksi dengan himbauan pemerintah kepada masyarakat, serta kebijakan pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan.

“Masyarakat dihimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, karena kualitas udara tidak sehat. Anak sekolah diliburkan, ini kebijakan yang secara tidak langsung menyampaikan bahwa kualitas udara tidak sehat. Di sisi lain pemerintah memaksakan Tour de Siak berlangsung, masyarakat menyaksikan pertandingan ke luar di pinggir jalan. Kita miris melihat pebalap mengenakan masker, tidak enak dilihat, ada Iven olahraga di tengah kondisi udara tidak sehat,” tegas Ahmad Syahid.

Bahaya kabut asap digambarkan lebih jauh, kasus meninggalnya seorang anak berusia 9 tahun di Pekanbaru yang diduga akibat bahaya kabut asap cukup kuat jadi kajian kesehatan.

“Sayang di Siak tidak ada alat pengukur ISPU, namun sebagai manusia normal indera kita bisa merasa, mata terasa pedih saat diluar ruangan,” terang Ahmad Syahid.

(Randi)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.