ACT Berikan Bantuan Ke Pemulung di TPA Pakusari Jember

Pewarta : Solichin

Jember,mitratoday.com-Warga Tempat Pembuangan Sampah Terakhir Pakusari, Kabupaten Jember terlihat banyak pemulung yang tengah sibuk memilah sampah.

TPA Pakusari merupakan TPA terbesar di Kabupaten Jember, berada di lahan seluas 6,8 hektar, TPA ini mampu menampung 4 juta ton sampah. Terdapat puluhan pemulung yang menggantungkan nasibnya di TPA ini. Terdapat kurang lebih 160 orang yang mencari rizki di TPA ini dengan penghasilan setiap harinya tidak lebih dari 50 ribu.

Sekarang harga plastik dan kardus sedang murah. Jadi, tidak seperti biasanya penghasilan saya.”Ungkap Wasto salah satu pemulung pada Jum’at (15/10/2021).

Aksi Cepat tanggap (ACT) Jember dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mendistribusikan paket pangan dan makanan siap santap kepada pekerja yang berada di TPA Pakusari.

Kegiatan ini merupakan bentuk dari program Operasi Pangan Gratis yang dilakukan serentak di 10 regional dan 100 cabang ACT di seluruh Indonesia termasuk di ACT Cabang Jember. Pada aksi yang dilakukan di TPA Pakusari ini telah didistribusikan 50 paket pangan dan 100 makanan siap santap.

Semua sembako dan makanan tersebut berasal dari donasi masyarakat jember, baik melalui tautan jember.indonesiadermawan.id/Operasi pangan gratis atau donasi secara langsung di kantor ACT Jember di Jalan Letjen Panjaitan no.152, Kelurahan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Renandra Saputra selaku staff program menyampaikan,”Program Operasi Pangan Murah dan Operasi Pangan Gratis merupakan program Aksi Cepat Tanggap dalam merespon kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19.”Tandasnya.

Selain program tersebut ACT Jember juga sudah menjalankan Operasi Makan Gratis, Food Careline Services dan Humanity Food Truck. Berdasarkan data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia, pada bulan Maret 2020 sebesar 4,2%. Berdasarkan wilayah, kemiskinan di perdesaan lebih tinggi dari perkotaan. Angka kemiskinan di perdesaan mencapai dua digit, yaitu 13,1%. Sementara di perkotaan sebesar 7,89%. Diharap melalui program-program tersebut dapat meringankan kesulitan masyarakat dan memberikan dampak penguatan terhadap kemiskinan dan kerawanan pangan.

Saat ini Program Pangan Murah yang dijalankan berbentuk pasar sembako yang harganya lebih murah 50% dari harga normalnya. OPM yang diluncurkan ini dapat menghadirkan sembako murah bagi masyarakat, khususnya masyarakat prasejahtera. Bu

Sahnija salah satu pemulung mengucapkan rasa syukurnya atas perhatian yanh ada.

”Alhamdulillah atas sembako yang diberikan ini, apa yang diberikan ini dapat meringankan beban saya. Karena ini pemasukkan saya dari mengumpulkan sampah, tidak sebanyak waktu sebelum adanya corona,”ucapnya.

Bagikan
Exit mobile version