Bendung Gerak Kanal Banjir Barat Upaya Pengendalian Banjir dan Rob di Kota Semarang

Penulis : Agsrimega Sheyafa Andini, Mahasiswi Universitas Semarang

Semarang,mitratoday.com – Curah hujan tinggi yang membasahi Kota Semarang dapat berisiko terjadinya banjir, terlebih pada wilayah Semarang bawah yang mana sangat rentan untuk tergenang banjir pada musim penghujan saat ini. Dalam rangka menanggulangi terjadinya banjir di Kota Semarang, pemerintah membangun Bendung Gerak Kanal Banjir Barat yang terletak di daerah Tanah Mas, Kota Semarang.

“Bendungan tersebut berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di Wilayah Barat Kota Semarang,” ucap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Pembangunan Bendung Gerak di KBB ini secara padu dikerjakan dari hulu sampai hilir oleh Kementerian yang dipimpin oleh Menteri Basuki Hadimuljono.

Selain sebagai upaya pengendali banjir, bendung gerak ini digunakan sebagai pasokan air baku hingga sarana olahraga air seperti perahu dayung. Di samping itu, bendungan ini juga menjadi wisata baru di Kota Semarang. Karena tidak jauh dari tempat tersebut, terdapat air mancur menari yang berada di Jembatan Sungai KKB (Bridge Fountain).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana M. Adek Rizaldi mengatakan, pada musim hujan, bendung ini akan berfungsi menahan aliran air sungai yang masuk KBB dan pada saat elevasi 2,5 meter, kemudian akan dialirkan ke laut. Sementara saat musim kemarau, bendung sepanjang 155,5 meter tersebut berfungsi sebagai penampungan air atau log storage berkapasitas 700.000 m3.

Menurut Hari, selaku penjaga Bendung Gerak Kanal Banjir Barat tersebut mulai Januari 2022 mendatang, bendungan ini akan dialihkan ke Jaya Tirta.

“Mulai Januari nanti bendung ini akan dialihkan ke Jaya Tirta mbak. Tadinya kan dipegang sama BBWS, nah besok sudah dialihkan ke Jaya Tirta.”  Kata Hari.

Semenjak pembangunan Bendung Gerak Kanal selesai dan sudah optimal beroperasi, Tanah Mas yang dulu dikenal daerah langganan banjir, kini sudah tidak lagi saat musim penghujan datang. Banjir rob yang kerap terjadi di utara kota Semarang itu pun sudah jauh berkurang dibanding sebelum dibangunnya Bendung Gerak ini.

“Semenjak ada bendung ini memang daerah Tanah Mas jarang banjir mbak, apalagi rob. Katup yang ada di samping bendungan itu bisa di naik-turunkan. Jadi kalau airnya mencapai 100 meter, nanti diturunkan supaya airnya bisa mengalir ke laut.” Ujar Hari, penjaga Bendung Gerak Kanal Banjir Barat tersebut.

Bagikan
Exit mobile version