Bupati Datang, Mushola Tutup

Kabupaten Malang,Mitratoday.com – Ada hal unik yang di lakukan masyarakat desa Tegalweru kecamatan Dau saat menerima kedatangan bupati Malang DR.H Rendra Kresna beserta rombongan dalam gelaran safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Malang putaran kelima, rabu malam (30/5).

Antusias masyarakat desa di dataran tinggi Kabupaten Malang ini ditunjukan dengan menutup mushola-mushola untuk menunaikan sholat taraweh berjamaah, namun di pindah dengan melaksanakan sholat taraweh di Masjid Nurul Mujahidin desa Tegalweru.

Hal ini di utarakan ketua takmir masjid, H Sukron saat menyampaikan ucapan selamat datang terhadap bupati kebanggaan masyarakat Kabupaten Malang.

“Masyarakat desa kami sangat senang dengan kehadiran bupati , saking senangnya sampai kita sepakat untuk menutup mushola dan pindah sholat di masjid Nurul Mujahidin bersama bupati. Hal ini bentuk kecintaan kami terhadap bupati dan wakil bupati,”ujar Sukron.

Selain itu , Sukron yang juga pengurus NU ini menambahkan bahwa masyarakat desa Tegalweru ini sangat rukun dan memiliki semangat gotong royong yang sangat tinggi serta memiliki pengetahuan yang luas, terutama terhadap pengaruh paham radikal,hal ini di buktikan dengan kebersamaan masyarakat dalam menjaga kerukunan antar warga.

Sementara itu bupati Malang Rendra Kresna dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme warga dalam mempersiapkan gelaran safari Ramadhan Pemkab Malang.

Melihat begitu semangatnya warga dalam mempersiapkan acara ini , terutama mempersiapkan menu berbuka puasa mulai sehari sebelumnya, saya sampai berpesan kepada seluruh anggota rombongan Pemkab Malang untuk menghabiskan hidangan yang di sediakan, agar tuan rumah senang,”ujar Rendra.

Selain itu, bupati dua periode ini juga  mengapresiasi kesatuan dan pengetahuan masyarakat terhadap pengaruh radikal, namun Rendra juga mengingatkan khususnya kepada orang tua agar menjaga dan mendidik anaknya terhadap pemahaman-pemahaman yang tidak benar terhadap pemahaman agama.

“Paham Radikal ini dapat menyerang kepada siapa saja terutama anak-anak , ini yang harus kita perhatikan dengan mendidik anak kita terhadap agama , bahkan jika perlu kita undang ulama atau kyai untuk memberikan dasaran pemahaman agama yang benar,”papar Rendra.

Ia mencontohkan pelaku bom di Jakarta .” Kedua pelaku saat di wawancarai ternyata belajar agama , hanya dari media sosial tanpa bertanya kepada yang berkompeten, ini jelas memprihatinkan,”tandas Rendra.

Untuk itu , Rendra menghimbau agar masyarakat tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan antar warga. Terutama tanggap terhadap pemahaman baru terhadap agama yang tidak bisa di pertanggungjawabkan.

“Saya berharap dengan semangat kebersamaan diantara sesama warga , Kabupaten Malang khususnya masyarakat desa Tegalweru semakin aman dan kondusif , sehingga pembangunan di Kabupaten Malang dapat berjalan dengan lancar,”pungkas Rendra.

Usai menyampaikan sambutannya , Rendra memberikan berbagai macam bantuan kepada sarana ibadah dan masyarakat tidak mampu. (GT)

Bagikan
Exit mobile version