Dispendukcatpil Bakal Luncurkan Mobil E-KTP

Kabupaten Malang | Mitratoday.com – Untuk tingkatkan pelayanan pemohon Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membeli mobil khusus untuk layanan keliling senilai Rp 1,5 miliar yang bersumber dari APBD 2017.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, Dr H Purnadi mengatakan, pelayanan mobil keliling tersebut rencananya baru akan diterima Dispendukcapil akhir bulan Oktober 2017 nanti.
Selanjutnya, bulan November 2017 nanti, mobil layanan keliling dokumen kependudukan akan dioperasikan.
“Kami berharap tidak ada perubahan rencana penyerahan mobil khusus layanan keliling yang kami butuhkan itu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Purnadi, senin (4/9)
Ia menambahkan, mobil khusus layanan keliling berjenis minibus tersebut akan dilengkapi dengan peralatan komputer yang sudah didukung dengan jaringan online terhubung dengan server Dispendukcapil.
Dengan demikian pelayanan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, kartu keluarga, E-KTP dan sebagainua bisa dilakukan dan dilayani dari mobil keliling tersebut.Nantinya masyarakat sudah tidak perlu datang ke kantor Dispendukcapil untuk melakukan pengurusan dokumen kependudukan yang domisilinya jauh dari kota Kepanjen,” ungkapnya dengan mobil pelayanan nanti,pihaknya bisa targetkan hingga akhir bulan Desember 2017 mendatang sekitar 1,9 juta penduduk.Artinya, seluruh warga Kabupaten Malang wajib ber-KTP sudah melakukan perekaman. Meski nantinya karena keterbatasan material E-KTP bagi penduduk yang sudah melakukan perekaman akan diberikan surat keterangan (Suket) sementara.Diakui, untuk marerial cetak E-KTP saat ini masih sangat kurang. Itu karena jumlah warga wajib E-KTP hingga bulan Agustus 2017 saat ini sekitar 135 ribu jiwa.Itu terjadi, karena pengiriman material E-KTP dari pemerintah pusat tiap tahapan hanya sekitar 40 ribu keping E-KTP.Kekurangan material E-KTP itupun belum termasuk pemohon E-KTP warga yang baru memasuki usia 17 tahun yang setiap tahun diperkirakan mencapai 20 ribu hingga 25 ribu orang. “Untuk itu,kamipun terus berharap agar Pemerintah Pusat menaikkan distribusi material cetak E-KTP lebih banyak setiap tahapnya,” pungkas Purnadi. (GT)

Bagikan
Exit mobile version