Dituding Selewengkan BLT DD, Suhardi : Sempat Diperas Oknum Wartawan dan LSM, Hingga Libatkan Kades di Pakis

Malang,mitratoday.com – Proses Pencairan BLT DD tahun 2022 warga desa Wadung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang diketahui tengah di permasalahkan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Malang.

Kades Suhardi dituding menyelewengkan BLT DD tahun 2022 hingga berujung dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang beberapa hari lalu. Bahkan pelaporan yang dilakukan tersebut ramai diberitakan dibeberapa media.

Menyikapi hal tersebut, saat di temui awak media Suhardi mengaku jika dirinya tak gentar menghadapi pelaporan tersebut. Bahkan dirinya menyebutkan jika berita-berita yang berkembang seolah menyudutkan dirinya lantaran dinilai sebuah opini yang dihembuskan untuk menjatuhkan dirinya.

“Silahkan saja dilaporkan, gak masalah, tapi perlu diingat bahwa beritanya itu opini karena kami tidak pernah di konfirmasi sama sekali,” tandas Suhardi minggu (22/5/2022).

Menariknya, Suhardi kepada awak media mengaku jika dirinya sempat di peras oleh dua orang oknum yang mengaku wartawan dan anggota LSM dengan dalih jaminan agar masalah tersebut tidak dilaporkan. Parahnya pemerasan dengan meminta sejumlah uang tersebut juga melibatkan salah satu Kepala Desa di Kecamatan Pakis.

“Lewat telepon, mereka ngajak bertemu, sudah saya turuti untuk ketemu mereka meminta uang dengan dalih karena masalahnya sudah masuk di kejaksaan bahkan agar saya yakin mereka sempat bertelepon ke salah satu orang yang katanya disebut Jaksa,” lanjut Suhardi.

Lantas berapa nominal yang diminta, Suhardi menyebut diangka Rp 100 juta. Permintaan tersebut ujar Suhardi tak digubris sama sekali hingga permintaan uang nya turun sampai Rp 40 juta.

“Lantas saya dihubungi kembali oleh oknum yang mengaku wartawan dan LSM tersebut untuk bertemu, bolak-balik pindah lokasi hingga disepakati bertemu disalah satu tempat di wilayah kecamatan Tajinan. Tujuannya ya itu meminta uang damai,” beber Suhardi.

Setelah permintaan bertemu tersebut dikabulkan, anehnya ,beber Suhardi dirinya justru ditemui oleh salah satu oknum Kepala Desa di Pakis yang menjelaskan jika dirinya diminta kedua oknum wartawan dan LSM tersebut untuk menerima uang dari dirinya.

“Kebetulan saya bawa sejumlah uang, lantas saya serahkan ke salah satu teman Kades itu dan saya tinggal,” ungkap Suhardi.

Namun dari informasi yang ia terima, Kades asal Pakis tersebut sempat ditangkap dan dimintai keterangan oleh aparat Kepolisian dari Polres Malang.

Suhardi mengaku sangat menyayangkan ulah rekan Kades tersebut. Menurutnya sangat tidak mungkin rekan sesama Kades tersebut tidak mengetahui akar masalah yang terjadi.

“Ya sangat aneh jika Kades yang bersangkutan ngomong gak tahu masalahnya,” tandas Suhardi.

Terakhir Suhardi menegaskan dirinya siap disumpah soal kebenaran diperas oleh oknum wartawan dan LSM tersebut, meskipun mereka tidak mengakui perbuatannya.

“Saya siap bersumpah jika diperas kedua oknum tersebut,” pungkas Suhardi.

Sementara Camat Pakisaji Anang Thoyib saat dimintai pendapatnya mengaku sangat menyayangkan adanya pemberitaan tersebut. Ia menilai jika pemberitaan dibeberapa media tersebut sangat sepihak tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu.

“Ya sangat disayangkan ya, beritanya opini dan tanpa ada konfirmasi, dan gak sesuai fakta yang ada,” tukas Anang Thoyib.

Pewarta : Sigit

Bagikan
Exit mobile version