Kades Tumpang Pertanyakan Terkait Bantuan Gempa Bumi 2021

Blitar,mitratoday.com – Pemberian bantuan stimulan dari Pemerintah Pusat kepada korban dampak gempa bumi tahun 2021 saat ini memasuki tahap sosialisasi, hingga mendapat tanggapan dari Kepala Desa Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.

Agus Salim selaku Kepala Desa Tumpang menyampaikan bahwa pihaknya mengusulkan 200 lebih dan di ACC 152 dengan kategori semua ringan dan rusak sedang hanya satu.

“Sedangkan yang rusak berat, bahkan kondisinya sudah roboh malah tidak mendapat bantuan. Ini menjadi kecemburuan dari masyarakat, apa lagi tempat yang rusak ringan dan berat lokasinya berdekata.” Kata Kades, Sabtu 02 April 2022.

Ia tegaskan bahwa pihaknya sudah lama menunggu bantuan dari Pemerintah. Gempa setahun lalu, bantuan baru keluar hari ini.

“Itu menjadi permasalahan bagi Pemerintah Desa Tumpang, karena yang mendapat bantuan kondisinya rusak ringan. Sedangkan yang rusak parah dan berat tidak tercover disitu.” Jelas Kades.

Kades katakan memang bantuan belum di salurkan, namun khusus yang rusak parah  bantuannya malah tidak muncul.

“Kita sudah ke Perkim beberapa waktu lalu, hingga di ajak keliling melakukan survey kondisi kerusakan. Jawabnya pihak perkim hanya cuma survey, selebihnya di serahkan ke BPBD, dan yang menentukan pusat.” Terang Kades berdasarkan penjelasan pihak perkim.

Berkaitan dengan hal itu, Kades Tumpang mempertanyakan ada apa? yang rusak parah ada dokumentasinya, bahkan sudah di survei langsung. Ia heran kok yang dapat bantuan justru hanya bagian rusak ringan, sedangkan yang rusak parah tidak dapat.

“Nanti kalau Saya sosialisasi ke masyarakat dan di kumpulkan, ini menjadi masalah, Saya malah bingung.” Tandasnya.

Bahkan, Kata Kades rumah yang hampir roboh tidak terima bantuan akhirnya di inisiatifkan masyarakat membangun melalui gotong royong, dan iuran mengumpulkan dana.

“Karena kita tunggu sampai satu tahun tidak ada bantuan, ternyata pas keluar yang mendapat justru bagian rusak ringan.” Cetusnya.

Kades Tumpang berharap kepada Pemerintah Daerah agar mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar yang rusak parah bisa tercover mellaui bantuan tersebut.

“Karena yang rusak ringan memang banyak, tapi sebanding dengan yang rusak parah. Bahkan yang rusak parah sampai sekarang masih ada belum di apa-apakan. Sudah menunggu bantuan, setelah satu tahun malah tidak dapat.” Tutupnya.

Pewarta : Novi

Exit mobile version