Komunitas Pemuda Peduli Amarasi (KPPA) Murni Perjuangan Kemanusiaan

KUPANG, mitratoday.com – Ketua Komunitas Pemuda Peduli Amarasi (KPPA), Chris Bani menjelaskan, terkait terbentuknya wadah sosial di mana dirinya ingin agar seluruh anak muda Amarasi, khususnya kaum milenial bisa berpartisipasi aktif dalam pembangun daerah.

“Anak muda hendaknya berpartsipasi dsalam pembangunan daerah, khususnya sosial masyarakat,” harap Chris Bani, Selasa (27/03/2018).

“KPPA terbentuk dan hadir dari diskusi panjang bersama teman-teman lainnya dan saya perlu jelaskan bahwa, komunitas ini murni untuk sosial kemanusiaan, bukan muncul lantaran hasrat politik,” tegas Chris.

Dikatakan Chris Bani, alasan KPPA ini bergerak di bidang kemanusiaan dan getol menyuarakan masalah kemanusiaan, karena saat berkecimpun di dunia jurnalis banyak persoalan yang di temuai terutama masalah kemanusiaan.

“Kami hadir untuk kemanusiaan, yang paling penting adalah kemanusiaan, bukan infrastruktur nya. Jika Sumber daya manusia sudah bagus, maka infrastruktur otomatisasi akan terbangun. Kemiskinan, gizi buruk dan juga Trafficking adalah persoalan yang harus di sikapi secara serius,” jelas jurnalis online ini.

Menurutnya, yang paling utama bagaimana meningkatkan mutu SDM nya, jika itu sudah terurus dengan baik maka budaya masyarakat mengenai ekonomi mandiri, kreatifitas dan lain-lain akan tumbuh dengan sendirinya.

Sejak beberapa tahun bergelut dan mengabdi di dunia jurnalis, dirinya sedikit banyak paham persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, terutama ialah masalah kemiskinan.

“Salah satu yang menggugah hati saya, selain desakan teman-teman untuk mendirikan forum ini, saya merasa harus mengambil peran untuk melayani masyarakat. Setiap menulis terkait masalah sosial terlebih traffiching, saya sering ikut merasakan penderitaan dan kesedihan yang di alami keluarga,” ungkap Chris.

Dirinya berharap, kedepan, ada pemimpin di Kabupaten Kupang yang konsen di bidang kemanusiaan yang dapat memperhatikan hal tersebut. Bukan sekedar berteori tapi memberi solusi bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lemah.(Yustaf Siki)

Bagikan
Exit mobile version