Kunjungi Malang, Mayjen Nurcahyanto Apresiasi Dukungan Pemkab Malang Terhadap TMMD 2021

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Apresiasi tinggi di sampaikan Asisten Teritorial (Aster) Kasad,  Mayjen TNI Nurcahyanto kepada Pemerintah Kabupaten Malang yang dinilai telah memberikan dukungan penuh terhadap program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2021.

Hal ini dikatakan Mayjen Nurcahyanto saat berkunjung ke Pendopo Pemkab Malang senin (4/10/2021).

Nurcahyanto, menjelaskan dirinya sengaja meninjau daerah – daerah yang menjadi titik sasaran program TMMD tahun 2021 ini, daerah tersebut diantaranya Kabupaten Malang.

“Kita kesini (Kabupaten Malang) untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program TMMD tahun 2021 ini. Dari laporan yang kami terima, prosesnya sudah on the track, sekitar 80 persen sudah berjalan dengan baik,” Kata Mayjen Nurcahyanto.

Mayjen Nurcahyanto menyebut pada Pelaksanaan TMMD Kali ini, banyak sasaran yang digarap, disektor fisik Jenderal bintang 2 ini mengatakan, lebih mengarah kepada sektor peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti pembangunan jalan dan pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) masyarakat miskin .

“Disektor Non Fisik, kita memberikan sosialisasi dan penyuluhan soal wawasan kebangsaan, sektor kesehatan termasuk penanganan Covid dan Stunting,” Urainya. 

Disinggung soal kontribusi Pemkab Malang,  Nurcahyanto menjelaskan jika dukungan dan Support Pemkab Malang sangat besar. Tak tanggung-tanggung untuk mendukung program TMMD tahun 2021 ini Pemkab mensupport anggaran senilai Rp 4,7 miliar.

Dibandingkan daerah lainnya, support Pemkab Malang ini sangat besar sekali.

“kami sangat berterima kasih,” Pungkas Mayjen Nurcahyanto.

Program TMMD tahun 2021 di Kabupaten Malang sendiri  digelar di desa Tulungrejo kecamatan Ngantang sejak 15 September 2021 hingga 15 Oktober 2021 mendatang.

Dalam beberapa kesempatan, Dandim 0818 Malang/Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra menjelaskan, dipilihnya Desa Tulungrejo Ngantang pada program TMMD kali ini lantaran desa Tulungrejo dinilai sebagai salah satu desa terpencil di Kabupaten Malang. Menurutnya banyak akses yang mesti harus di kerjakan seperti membangun akses jalan, pembangunan RTLH dan normalisasi saluran air.

“Contohnya seperti akses jalan, Jika jarak tempuh sebelumnya sejauh 15 kilometer akan kita pangkas hingga menjadi 7 kilometer saja,sehingga memudahkan akses distribusi dan transportasi masyarakat” Jelas Letkol Yusub Dody Sandra.

Bagikan
Exit mobile version