Musda APD 2021 Kabupaten Blitar Akan di Gelar 30 November, Dihadiri 220 Kades

Pewarta : Novian

Blitar,mitratoday.com-Gelaran Musda APD 2021 Kabupaten Blitar semakin dekat, persiapan menuju Musda pun sudah semakin matang.

Menurut Sekretaris Panitia Musda APD 2021, Mashuriono menjelaskan bahwa dari Pengurus APD dan Koordinator Kecamatan telah melakukan pertemuan-pertemuan, mulai dari pertemuan di Sanankulon, kemudian Wlingi, lalu Kanigoro dan beberapa Koordinator Kecamatan di Wilayah Kabupaten Blitar.

“Kita sepakat bersama-sama bahwa pada tanggal 30 Nopember 2021 diputuskan untuk Musda APD 2021. Musda APD 2021akan di selenggarakan di Wisata Kampung Coklat. Hal itu atas keputusan teman-teman Kepala Desa Se Kabupaten Blitar, dan di Musda nanti di putuskan dari APD menjadi PAPDESI. Itu amanah pada waktu Sosialisasi di masing-masing Kecamatan Se Kabupaten Blitar,” ujar Mashuriono.

Terkait peserta Musda APD 2021 di ikuti oleh 220 Kepala Desa se Kabupaten Blitar, dan Untuk undangan pihaknya mengundang Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Kapolres, Dandim, Kajari dan Forkompinda.

Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat, kita juga sudah membahas terkait Tatib pelaksanaan Musda APD 2021 bersama pengurus APD dan Pengurus Kooordinator Kecamatan di Balerejo beberapa hari yang lalu,” ungkap Mashuriono.

Dari beberapa Tatib pelaksanaan Musda ada beberapa yang penting, salah satunya terkait pelaksanaan tetap mengacu Langsung, yaitu Umum, Bebas dan Rahasia.

“Jadi tidak ada perwakilan, jika Kepala Desa tidak bisa hadir, tidak bisa di wakilkan harus dan wajib hadir. Sedangkan terkait pemilihan Ketua APD nanti memakai sistem one man one vote. Jadi setiap Kepala Desa punya hak yang sama, Hak di pilih dan memilih,” tandasnya.

Nanti pemilihan kita langsung, suara yang terbanyak dialah yang berhak jadi Ketua APD atau Papdesi di Kabupaten Blitar, tidak ada penjaringan, semua punya hak yang sama, dan untuk itu saya berharap pemilihan tidak seperti ini. Karena nanti akan muncul permasalahan, kalaupun semuanya mencalonkan diri menjadi Ketua akan blunder. Lebih baik jika ada kesempatan bersama, bahwa menyepakati bersama salah satu Kepala Desa di pilih secara aklamasi,” jelas Mashuriono.

Maka Mashuriono yang juga Kades Tuluskriyo berharap dalam pemilihan ini tidak harus melakukan pemilihan secara voting, baik terbuka atau tertutup tetapi ada sebuah kesepakatan bersama antara Kepala Desa.

Untuk musyawarah dan mufakat tidak harus melakukan pencoblosan, tetapi bisa aklamasi memilih bersama-sama. Salah satu Kepala Desa untuk menjadi Ketua itu lebih baik, sehingga tidak ada fusi atau desiasi, perbedaan atau perpecahan diantara Kepala Desa.

Menurut Mushuriono, dengan berubahnya APD menjadi PAPDESI akan lebih jelas yang pertama dari strukturnya, dari tataran birokrasi, dari Pusat sampai daerah.

“Nanti berjenjang, tidak hanya di Kabupaten Blitar, ada struktur Kecamatan, tingkat Kabupaten, tingkat Provinsi, juga tingkat Pusat. Sehingga kalau struktur jelas, maka ketika kita bicara strategi perjuangan jelas. Sementara untuk proses pemilihan Musda kita masih menggunakan APD, nanti setelah Musda rampung baru kita musyawarah untuk dilebur dari APD menjadi PAPDESI,” ucapnya.

Terakhir Mushiorno berharap Musda APD 2021 sebagai ujung tombak sekaligus pemersatu, dan sebagai wadah koordinasi antar Kepala Desa.

“Maksimalkan untuk Kepala Desa semuanya bisa hadir, kedua mencari sosok pemimpin yang selama ini bisa mengayomi terhadap Kepala Desa yang lainnya, dan tidak kalah pentingnya marilah kita seluruh Kepala Desa bersama Pemerintah Kabupaten Blitar membangun Kabupaten Blitar yang lebih sejahtera,” tutup Mashuriono.

Perlu di ketahui, Panitia Musda APD 2021 Kabupaten Blitar di ketuai oleh Tugas Naggolo Yudo Dili Prasetiono yang juga Kades Karangsono, Sekretaris Mashuriono Kepala Desa Tuliskriyo, Bendahara Chusana Churrori Kades Pasirharjo. Untuk seksinya, karena lokasi Musda di Kampung Coklat maka seksi acaranya Kepala Desa yang berdekatan dengan lokasi acara Musda.

Bagikan
Exit mobile version