Talud Jukung Aneh bin Ajaib di Lubuk Linggau

LUBUKLINGGAU, mitratoday.com – Pengerjaaan talud di Jalan Raya Jukung, Kelurahan Jukung, Kota Lubuklinggau diduga dikerjakan secara asal-asalan, bahkan terkesan asal jadi. Sebab, pembangunan infrastruktur tersebut dirasa janggal, khususnya dalam penggunaan material bangunan. Bagaimana tidak, anyaman besi yang biasanya digunakan untuk memperkuat cor semen bangunan malah diganti dengan anyaman bambu. Entah ini sesuai dengan RAB atau tidak. Namun, sejumlah pengendara yang melintas merasa pengerjaan itu dinilai aneh.

Pengerjaan talud yang kisaran tingginya kurang lebih 4 meter dan panjang kurang lebih 30 meter itu, saat dilihat di lokasi bahkan tengah ambruk usai diguyur hujan
beberapa waktu lalu. Kerusakan parah itu, sempat menjadi tontonan masyarakat karena baru saja dikerjakan maah bangunan baru itu telah mengalami kerusakan.

Kondisi bangunan itu pun, kini diragukan kekuatannya, apalagi sangat mengkhawatirkan karena lokasi bangunan berada di pinggir jalan raya yang setiap harinya dilalui kendaraan lalu lalang.

Terlihat juga, pekerjaan nampak belum sesuai standarisasi, sebab terlihat susunan batu talud tampak rongga-rongga yang tidak tertutup oleh adukan semen. Disinyalir, pengerjaan tersebut kurang pengawasan oleh instansi terkait. Sampai berita ini ditayangkan, pihak terkait belum dapat dikonfirmasi, baik PPK kegiatan maupun PPTK kegiatan.

Informasi sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengalokasikan anggaran dengan pagu sebesar
Rp.200.000.000,- untuk pembangunan talud di Kelurahan Jukung melalui sumber dana APBDP 2017.(Anas)

Bagikan
Exit mobile version