Truk Pengangkut Batu Proyek Terguling Sebabkan Kemacetan

BANGKA TENGAH, mitratoday.com –  Dump Truk Proyek yang sekarang dikerjakan untuk penahan ombak desa Penyak kecamatan Koba kabupaten Bangka tengah yang membawa angkutan batu gunung dari perusahaan batu gunung di desa Mesu Timur, Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Bateng) kembali terguling dan membuat kemacetan di ruas jalan Palempat, antara desa Penyak-Kurau, Rabu (16/5) siang. Sementara itu di ruas jalan Koba, material batu agregat diangkut sejumlah dump truk pun berhamburan berpotensi sebabkan kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan Pantauan media, tampak dump truk tua bernopol BN 8871 TL dengan muatan batu besar dari arah Pangkalpinang menuju arah Koba berasal dari sebuah perusahaan batu gunung di Mesu Timur yang tiba tiba pecah ban tersebut terguling di tengah ruas jalan Palempat antara Penyak-Kurau.

Dengan begitu kendaraan umum yang melintasi jalan tersebut Sempat terjadi kemacetan, hingga tibalah personil Satlantas Polres Bangka Tengah dan Satpolpp dibantu satu unit alat berat excavator di lokasi untuk mengurai kemacetan. Selain itu, Satlantas meminta keterangan dari Yanto sopir dumptruk terguling.

“Sudah sering terjadi, dump truk pengangkut batu gunung ini macet hingga terguling, belum lagi terkadang batu yang berceceran di pinggiran jalan. Pastinya, hal ini menjadi ancaman keselamatan bagi pengendara lainnya,” tegas Fendi salah seorang pengendara di lokasi dumptruk terguling.

Ia pun merasa bingung, bagaimana KSOP yang diterapkan perusahaan batu gunung karena dari sisi standar keamanan setiap dumptruk pengangkut batu gunung tersebut dinilai tak layak.

“Lihat saja dari dumptruk yang terguling ini, maksimum kah pengamanannya. Sesuaikah bobot muatannya, untuk melintasi jalan ini. Jadi, jangan asal ingin cepat kejar target setoran tapi mengabaikan hak keselamatan pengendara lainnya,” tegasnya.

Selain dumptruk yang terguling, pada hari yang sama, tampak belasan dumptruk berjalan beriringan dari arah Pangkalpinang menuju Koba bermuatan material batu agregat. Terpantau, dari sebagian dumptruk, batu agregat berjatuhan dan berceceran di sepanjang jalan Arungdalam hingga Koba.

“Ini bukti ketidakpedulian dan kesembronoan mulai dari sopir hingga perusahaan yang mempekerjakan, ya ceceran batu agregat ini berpotensi jadi penyebab kecelakaan lalu lintas terutama bagi para pengendara sepeda motor,” tandas Safri warga Koba.

Sementara itu,  sebelum berita ini diturunkan, tidak ada jawaban dari pihak perusahaan saat awak media mencoba untuk menghubungi Budi selaku HRD PT. Vitrama Properti terkait terjadinya kecelakaan yang menyebabkan terguling nya dump truk yang membawa angkutan batu dari melebihi muatan tersebut. (Gas)

Bagikan
Exit mobile version