Warek III IAIN Bengkulu Ungkap Kronologis Penertiban HMI

BENGKULU, mitratoday.com –  Wakil Rektor III IAIN Bengkulu, Dr. Samsudin mengungkapkan pasca terjadi insiden yang dianggap perampasan bendera dan spanduk milik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu beberapa hari lalu.

Penegasan sekaligus klarifikasi ini dikatakan Warek III dihadapan wartawan di ruang rapat Rektorat IAIN, Senin (2/4).

Awal cerita, hari Rabu, (28/3) pukul 15.00 WIB, penertiban spanduk dan bendera HMI yang terpasang di depan gerbang IAIN Bengkulu, ini berkaitan dengan keputusan Rektor yang dikeluarkan pada tahun 2013 tentang etika dan disiplin mahasiswa IAIN, pada pasal 3 yang berbunyi bahwa setiap mahasiswa wajib menjaga ketertiban, keamanan dan ketenangan untuk menciptakan suasana kondusif di IAIN.

“Saya melakukan penertiban spanduk tersebut sudah menjadi tugas  sebagai Warek III di lingkungan kampus, yang berhubungan dengan kegiatan kemahasiswaan termaksuk soal spanduk baik itu organisasi intra maupun extra kampus.

Saat melakukan penertiban spanduk-spanduk kecil dari jalan sebelum gapura sampai ke luar gapura masih di lingkungan IAIN, di sana juga banyak spanduk lain seperti spanduk mie ayam, Bengkulu Run, Gerakan Pramuka dan lain-lain.

Di sebelah kanan sebelum keluar dari gapura belum sampai keluar di jalan itu, ada spanduk HMI, lalu saya ajak security kesana. Ada dua orang mahasiswa, saya tanya ini mana panitianya ? “Dijawab tidak ada, maka dari itu melanggar aturan,” tegas Samsudin kepada wartawan.

Menurut Samsudin, dua security IAIN tersebut yakni Angga dan Damiri langsung turun ke lokasi untuk melepas bendera dan spanduk HMI secara baik-baik.

“Tidak ada paksaan seperti yang tersebar di sosial media ada perobekan dan lain-lain. Bendera dan spanduk masih utuh, bahkan sampai talinya masih ada,” ungkapnya.

Disana juga tidak ada stand seperti ada kursi, meja, dan sebagainya, hanya ada dua orang mahasiswa di ujung dekat bendera tersebut. Kalau ada panitianya, lanjut Samsudin, tidak mungkin saya menyuruh security melakukan penertiban, biar mereka sendiri saja yang melepasnya.

Karena kan posisi mereka pas di depan gerbang kampus waktu mau belokan ke arah gapura. Dan saat itu ada seorang pemuda membawa sepeda motor menghampiri saya.

Orang itu bertanya ”kenapa diturunkan pak”? Saya menjawab “akan ditertibkan karena selain menganggu keindahan, ada aturan untuk menjaga ketertiban di lingkungan kampus,” ujar Warek III.

Ditambahkan Samsudin, setelah pemuda itu bertanya, ia langsung masuk ke dalam kampus. Ia berpesan pada security. “Kalau ada panitia atau mahasiswa yang ingin mengambil dan bertanya, jawab saja organisasi extra kampus itu ada lambang-lambangnya jangan dipasang di lingkungan wilayah dan area tanah kampus,” ungkapnya.

Setelah selesai penertiban, menurut Samsudin, ia kembali ke ruangannya, disana ada beberapa dosen datang Qolbi Khoiri dan Imam Mahdi menanyakan alasan penurunan spanduk. Lalu ada beberapa anggota HMI datang langsung menemui dirinya di ruangannya lantai dua. Dan bertanya lagi terkait penertiban spanduk itu, Samsudin menjawab, ”Organisasi ekstra kampus di larang memasang spanduk atau bendera di lingkungan IAIN Bengkulu tanpa terkecuali serta menganggu keindahan dan lalu lintas”.

Ditambahkan Samsudin, setelah beberapa jam kemudian, datanglah Ketua HMI Cabang Bengkulu menemui dirinya. Setelah itu, Samsudin turun menemui anggota HMI yang berada di dibawah.

“Saya mengikuti kemauan mereka, saat sampai di halaman parkir Rektorat untuk menjelaskan kejadian yang terjadi. Mereka menyangkal, ada organisasi lain ekstra kampus lainnya diperbolehkan, saya langsung menjawab ” kapan dan siapa.

Tidak ada satupun anggota HMI yang bisa menjawab. Sudah berselang lama, ada salah satu dosen IAIN sekaligus senior HMI yang membubarkan anggota HMI tersebut, tanpa saya tahu maksud dan tujuannya kenapa membubarkan mereka,” demikian versi Warek III IAIN memberikan keterangan atas kejadian tersebut.(Dila)

Bagikan
Exit mobile version