Wisata Edukasi, Kampung Coklat Gelar Kirab 1800 Ketupat

Blitar,mitratoday.com – Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilakukan sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia khususnya di Pulau Jawa setelah tujuh hari Idul Fitri,makna nya adalah mengajak seorang muslim untuk menjadi pribadi yang baik, luhur akhlaknya dan meningkatkan amalan ibadah.

Tradisi lebaran ketupat atau biasa disebut dengan Syawalan ini di masyarakat Jawa tidak lepas dari peran salah satu Walisongo, yakni Sunan Kalijaga., saat itu, Kanjeng Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah yaitu, Bakda Lebaran yang merupakan tradisi silaturahmi dan bermaaf-maafan setelah salat Idul Fitri, dan Bakda Kupat yang merupakan perayaan sepekan setelahnya.

Perayaan tradisi lebaran ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan dengan memasak ketupat dan mengantarkannya kepada sanak kerabat pada tradisi masyarakat Jawa.

Berbagai macam ketupat disajikan dalam menyambut makna tradisi lebaran ketupat oleh masyarakat Jawa ini. Ada ketupat glabed yang berasal dari Tegal, ketupat babanci dari Betawi serta ketupat bawang khas Madura.

Dasar dari pelaksanaan lebaran ini ternyata dalam rangka merayakan selesainya pelaksanaan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal. Puasa 6 hari di bulan Syawal dimulai pada hari kedua setelah hari raya Idul Fitri, karena pada hari pertama atau tanggal 1 syawal umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Puasa Syawal tersebut kemudian akan berakhir pada tanggal 7 Syawal, sehingga Lebaran Ketupat ini akan dilaksanakan pada tanggal 8 sebagai perayaan selesainya puasa 6 hari di bulan Syawal tersebut.

Puasa 6 hari di bulan syawal ini merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW karena keutamaannya yang sangat besar.

Tradisi inilah yang terus dilestarikan oleh tempat Wisata edukasi Kampung Coklat yang berada di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dengan mengelar Kirab Ketupat yang berjumlah 1800 ketupat .

Yang unik Kampung Coklat Ketupatnya berbahan dasar coklat disusun hingga membentuk Tumpeng dan diarak berkeliling area wisata, lalu ketupat dengan jumlah 1800 dibagikan pada pengunjung, Wisata Edukasi tersebut .

Presiden direktur PT Kampung coklat Kholid Mustofa melalui Edi Purwanto Head Office PT Kampung Coklat mengatakan ,” Kegiatan semacam ini sudah pernah di gelar pertama kali sejak tahun 2016 sampai 2019 sebelum adanya pandemi covid19. Dan pada masa pandemi kirab ketupat coklat tetap dilaksanakan tetapi secara intern.

“Dengan berangsurnya menurunnya penyebarannya covid-19, manajemen PT Kampung Coklat kembali mengadakan acara kirab ketupat hari ini Minggu (8/5/2022) dengan lebih spesial,” Kata Edi Purwanto.

Edi Purwanto menambahkan, Kirab ini merupakan sebagai bentuk rasa syukur kita dan merupakan uri uri (melestarikan) budaya jawa yaitu kupatan yang artinya mengaku lepat atau mengaku salah.

Pengunjung Kampung coklat saling berebut mengambil gunungan ketupat yang berbetuk tumpeng yang terbuat dari bahan dasar coklat.

Kita berharap Acara ini dapat berlangsung setiap tahun dengan Tumpeng ketupat berisi coklat yang lebih besar lagi,” pungkas Edi Purwanto.

Pewarta : Novi

Bagikan
Exit mobile version