BENGKULU

Gubernur Rohidin Sebut Kabupaten Mukomuko Penggerak Utama Perekonomian Bengkulu

Bengkulu,mitratoday.com – Sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi terbaik di sektor perkebunan utamanya perkebunan sawit. Kabupaten Mukomuko yang dikenal dengan sebutan Kapung Sakti Ratau Batuah, tercatat sebagai kabupaten penggerak utama perekonomian Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai Shalat Subuh Berjama’ah dan melakukan Penyerahan Bantuan di Masjid Nurul Iman Desa Pulau Makmur Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko, Selasa (04/04).

“Jadi dengan potensi perkebunan sawit masyarakat yang melimpah ditambah lagi bagusnya harga jual, ini sebagai salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat Mukomuko. Sehingga secara otomatis, meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sini turut menggerakkan ekonomi masyarakat Provinsi Bengkulu khususnya di sekitar Mukomuko,” jelas Gubernur Rohidin.

Diketahui dari informasi dihimpun, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Mukomuko sejak beberapa pekan terakhir berada pada angka 2 ribu rupiah lebih per kg-nya.

Apalagi lanjut Gubernur Bengkulu ke-10 ini, masjid-masjid di Kabupaten Mukomuko bangunannya sebagian besar sudah megah semua. Bahkan di beberapa titik kecamatan dan desa, bangunan masjid yang ada sudah melebihi ukuran bangunan sebuah masjid untuk tingkat kabupaten, salah satunya yang ada di Kecamatan Ipuh dan sekitarnya.

“Ini artinya yang paling menentukan adalah keseriusan dan kekompakan jajaran pengurus masjid beserta seluruh jama’ahnya. Jadi kalau dilihat dari bantuan yang disampaikan ini, belum lah ada apa-apanya dibanding kontribusi dari masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Rohidin menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada Pengurus Masjid Nurul Iman Desa Pulau Makmur sebesar 40 juta rupiah. (MC/Kmf)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button