DaerahHeadlineLampungLampung Tengah

Ketua Fraksi Demokrat Lamteng Menolak Keras Kenaikan BBM

Lampung Tengah,mitratoday.com – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Menolak keras dan minta pemerintah meninjau kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BMM) karena dirasakan menyusahkan masyarakat.

Dampak kenaikan harga BBM yang digulirian pemerintah saat ini mulai bergeming ditengah masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Najamuddin Ketua Fraksi Partai Demokrat usai mengikuti rapat di ruang rapat DPRD setempat, Dirinya mengatakan kenaikan harga BBM ini sangat tidak relevan.

“Saya rasa bukan hanya dari fraksi kabupaten Lampung Tengah, saja yang menolak kenaikan harga BBM ini. Tapi saya pastikan dari seluruh Fraksi yang di Indonesia ini jelas menolak, karena ini membuat masyarakat kita sengsara,” Kata Najamuddin.

Najamudin juga menjelaskan, Belum usai masyarakat Indonesia di terpa oleh virus covid 19 pemerintah telah membuat kepedihan kembali dengan menaikkan harga BBM.

“Ya belum hilang dampak covid 19 ini harga BBM naik, tentu ini menyusahkan dan membuat kepedihan bagi masyarakat, Kami Fraksi Partai Demokrat dengan tegasenolak keras kenaikan harga BBM ini,” Tegasnya.

Selaku wakit rakyat, Tentu jeritan masyarakat harus menampung tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena semua anggota DPR dari Kabupaten sampai pusat, adalah perpanjangan masyarakat.

“Banyak masyarakat yang mempertanyakan kepada saya kenapa harga BBM ini naik tanpa memperhatikan kemaslahatan rakyat. Kita lihat saja dampak, nya saat ini, Semua kebutuhan pokok mulai merangkak naik, kan kasian masyarakat,”tandasnya.

Mewakili jeritan masyarakat, Khususnya warga Lampung Tengah, Najamuddin meminta ada, peninjauan oleh pemerintah terkait kenaikan harga BMM.

“Saya berharap kepada pemerintah pusat untuk ditinjau ulang. Jangan biarkan penderitaan masyarakat ini semakin berkepanjangan,” Tutup Najamuddin.

Pewarta : Iswan

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button