Memperingati Milad GAM Ke 44, Amad Lembeng dan KPA 76 Peureulak Gelar Do’a

Pewarta : Noviandi Juanda

Aceh Timur,Mitratoday.comPeringati Milad GAM Ke 44 (4 Desember 1976–4 Desember 2020) Mantan panglima GAM Asahan Muhammad atau yang akrab disapa Amad Lembeng yang juga anggota DPRK Aceh Timur dari fraksi partai Aceh (PA) bersama mantan anggota GAM KPA/PA wilayah Sagoe Rambong Payong 76. menggelar Doa Bersama disertai Santunan berupa sembako untuk Keluarga korban konflik.

Mantan panglima GAM Asahan Muhammad didampingi mantan panglima Sagoe KPA wilayah Rambong Payong safrizal menyampaikan, untuk mengenang atas segala bentuk jasa Para Syuhada Pejuang GAM yang telah mendahului kita, setiap tanggal (4 Desember) merupakan hari KERAMAT (Bersejarah) yang perlu disampaikan kepada masyarakat Aceh Khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Jasa para syuhada yang berupaya mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan dan memanusiakan manusia di propinsi Aceh, hingga keluarga bahkan nyawa selain harta benda yang dikorbankan.

Semua itu tidak mungkin terbalaskan dalam bentuk dan oleh siapapun, kecuali melalui Doa dan Munajad mengharapkan Fahala keridaan Ilahi.

“Walupun hari ini kita telah menjalani kehidupan keseharian secara berdemokrasi dalam lingkaran NKRI, segala bentuk capaian yang kita kecapi sekarang tidak terlepas dari pengorbanan para syuhada,” Sejarah ini tidak boleh Kabur apalagi hilang ditelan masa,”ujar Amad Lembeng.

Mantan panglima GAM Asahan ini menambahkan, untuk Milad GAM Ke 44 Tahun 2020 kita mengelar doa bersama dan pembagian sembako untuk kaum duafa,di tambah lagi saat ini sedang terjadi covid-19 dan juga musim hujan di daerah peureulak terjadi banjir.

Disinggung terkait Bendera Bintang Bulan,” Tiada dalam perencanaan pengibaran Bendera pada Milad GAM Ke 44, kita hanya menggelar Doa Bersama dan santunan selain Menziarahi Makam Pejuang, sebagai bentuk sujud syukur dalam mengenang para syuhada atas jasa serta pengorbanan yang disumbangkan,”sebut Amad Lembeng.

“Sebagaimana kita tau bersama, dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2013 menyatakan itu sudah menjadi Bendera Aceh, namun yang lebih berhak menindak lanjutinya hanya Gubernur dan DPRA,” Kapasitasnya disana.

Polemik bendera Bintang Bulan selalu dimunculkan menjelang peringatan Milad GAM, bendera tersebut telah diserahkan pada Sidang Paripurna tahun 2018 oleh Ketua Komisi I DPRA (Azhari/Cagee) kepada Nova Iriansyah, ketika masih menjabat Plt Gubernur Aceh,” ujarnya.

Dikatakan mantan Panglima Asahan, “Nova Iriansyah telah berjanji akan memperjuangkan bendera tersebut, satu satunya yang berhak mengeluarkan Pergub terkait bendera Aceh hanya gubernur.

Diharapkan Nova Iriansyah segera dapat menindaklanjuti janji tersebut,” Apalagi sekarang beliau sebagai Gubernur Aceh Definitif.” Pungkas Amad Lembeng.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close