Ratusan Pengunjung Padati Labuhan Pantai Ngliyep

Pewarta : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Ratusan pengunjung memadati tradisi labuhan di pantai Ngliyep Donomulyo Kabupaten Malang sabtu (31/10/2020).

Tradisi Labuhan yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat Desa Kedungsalam tersebut merupakan bentuk syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan berupa kemakmuran masyarakat desa.

Pantauan Mitratoday.com dilokasi, prosesi dimulai dengan mengusung sesaji dan sesembahan ke pulau Kumbang yang berada dibibir pantai,selanjutnya dilakukan ritual sesuai tradisi adat hingga melemparkan sesaji ke tengah laut.

Anehnya, saat sesaji dilempar kelaut, ombak yang tadinya landai berubah menjadi ombak besar hampir sekitar 10 meter dan terjadi beberapa menit hingga prosesi selesai.

Direktur Utama PD Jasa Yasa, Faiz Wildan yang ditemui di lokasi acara menyebutkan tradisi ini merupakan ritual rutin yang diselenggarakan masyarakat desa Kedungsalam Donomulyo. Jika di pantai Balekambang menurut sejarah merupakan wilayah penyebaran kerajaan islam,namun terang Wildan, Pantai Ngliyep merupakan sejarah penyebaran kerajaan mentaraman.

“Makanya tradisinya seperti ritual umat Hindu ya, kendati hal ini gak mengurangi esensi dari makna labuhan itu sendiri,”kata Faiz Wildan.

Kehadiran ratusan pengunjung yang melihat ritual labuhan itu sendiri,menurutnya merupakan awal cerah terhadap kunjungan wisata di pantai Ngliyep. Karena ritual labuhan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar dan wisatawan luar daerah.

Kendati demikian, Wiildan memperkirakan kehadiran ratusan pengjnjung di pantai Ngliyep masih jauh dari ekspetasi PD Jasa Yasa.

“Ya kita realistis ya, kan ada batasan 50 persen pengunjung wisata,ya harus kita ikuti kan ini juga bagian prokes covid-19, tetap berpengaruh juga,”ungkap Faiz Wildan.

Ia berharap pandemi Covid segera berakhir sehibgga industri pariwisata di Kabupaten Malang bisa berangsur pulih. Salah satu contoh seperti di pantai Ngliyep yang sempat ditutup selama tiga bulan tersebut.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close