DaerahHeadlineSumatera Selatan

K-MAKI Sumsel Mendukung Masyarakat Memberikan Karangan Bunga di Halaman Mapolda Sumsel

Muara Enim,mitratoday.com – Belakangan ini marak preman berkedok Debt collector atau jasa tenaga penagih, Ketua Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( K – MAKI ) Sumsel Bung Siregar apresiasi dukungan masyarakat dari berbagai daerah khususnya Palembang yang telah Meletakkan karangan bunga di halaman Mapolda Sumsel dengan kalimat, “Selamat dan Sukses kepada Kapolda Sumsel, Berantas terus premanisme berkedok Debt collector di wilayah Sumsel”.

Ketua K – MAKI Sumsel Perwakilan Kabupaten Muara Enim saat ditemui media mitratoday.com, mengatakan, Debt collector ketika akan melakukan penarikan kendaraan sepeda motor ataupun mobil disebabkan menunggak pembayaran cicilan tidak dibenarkan dilakukan di jalan apalagi sampai menghadang di tempat umum, itu sama saja seperti begal.

Sebab, lanjutnya, setiap akan melaksanakan kegiatan penarikan kendaraan karena cicilan macet atau gagal bayar dari Debitur, petugas leasing/ Dedt collector wajib memperlihatkan dokumen seperti :

  1. Membawa surat somasi
  2. Membawa tanda Pengenal dan menunjukkan Sertifikasi Propesi Pembiayaan
  3. Fhotocopy Sertifikat Jaminan Fidusia
  4. Surat Kuasa Dari Perusahaan Pembiayaan yang menggunakan jasanya.

“Apabila syarat dokumen dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia ( LSPPI ) berbentuk seperti SIM tersebut tidak bisa ditunjukkan oleh sipetugas yang mengaku- ngaku dari Leasing maka dipastikan itu adalah Preman atau begal Liar,” ucapnya.

Bahkan Ketua K MAKI ini menghimbau kepada masyarakat luas apabila jasa tenaga penagih tetep ngotot untuk memaksa akan melakukan eksekusi ditempat maka laporkan ke pihak berwajib.

“Jangan takut dan gentar bila ada ancaman dari Premanisme berkedok Debt collector, ambil vidionya dan segera laporkan ke Polisi setempat,” katanya.

Pewarta : M Akmal

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button