Oknum Diskanla Sergai Diduga Pungli Bantuan Mesin Konversi BBM Ke BBG Untuk Nelayan

Pewarta : Marwan

Pantai Cermin,Mitratoday.comPenyaluran bantuan Konversi paket Mesin Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas dari Kementerian Energi dan Sumber daya mineral diduga mendapat Pungutan Liar , yang mana Pelakunya diduga oknum Penyuluh pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Serdang Bedagai.

“Seluruh nelayan di Kecamatan Pantai Cermin dan Perbaungan yang mendapat bantuan mesin Konversi dipungut biaya dengan jumlah uang berpariasi berjumlah Rp 300 Ribu hingga Sampai Rp 500 Ribu,”Demikian disampaikan Ketua HNSI Kecamatan Pantai Cermin Ahmad Sopian akrab Disapa Mat Petir Kepada Mitratoday Minggu (28/11/2020).

Lebih lanjut kata Mat Petir Bantuan yang diserah terimakan pada Tanggal 21 November 2020 lalu selain dikenakan pungutan uang juga penyerahan bantuan Mesin konversi tersebut seperti direkayasa.

“Pasalnya Setiap Nelayan yang tidak memiliki Sampan kecil mendapatkan bantuan mesin Konversi padahal salah satu syarat bantuan tersebut diberikan kepada nelayan yang selama ini menggunakan sampan kecil sebagai mata pencaharian untuk melaut,”Tuturnya.

Kemudian Sambung Mat Petir Modus Operandi dilakukan Oknum Dinas DKP Sergai Tersebut setiap nelayan didata dan didokumentasikan Disertai dengan sampan yang sudah dikondisikan oleh nelayan yang sudah membayar sejumlah uang tersebut.

“Mengapa dilakukan Seperti itu karena masing masing nelayan kan ada yang tidak memiliki Sampan kecil sebab Syarat menerima bantuan mesin konversi harus nelayan yang menggunakan sampan kecil bukan sampan berukuran besar makanya oknum dinas DKP Sergai mengambil sampan kecil milik salah satu nelayan Karena mereka sudah membayar uang makanya oknum Dinas DKP Sergai tidak mempersulit,”Terang Mat Petir.

Disebutkan Mat Petir sesuai persyaratan Setiap Nelayan yang memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan adalah salah satu syarat Utama untuk mendapatkan bantuan namun sebaliknya dia yang memiliki Kartu Dengan Nomor 121801 1305610001 tidak mendapatkan bantuan lantaran karena tidak mau bekerja sama dengan membayar uang sejumlah tersebut kepada oknum Dinas DKP sergai.

“Saya sendiri sebelumnya dimintai uang Rp400 Ribu oleh oknum Dinas DKP Sergai karena saya tidak punya uang makanya bantuan untuk saya dipersulit inikan mustahil padahal program bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada Nelayan,” Tutup Mat Petir.

Terpisah Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Serdang Bedagai Sri Wahyuni Pancasilawati SP.Msi dihubungi Mitratoday minggu (29/11/2020) lewat Mhatts App tidak bersedia dihubungi.

Bagikan

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close