Ribuan NIK Gak Terdaftar Merata di Wilayah Kabupaten Malang

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Polemik Nomor Induk Kepegawaian (NIK) warga Kabupaten Malang yang tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) diketahui hampir merata di wilayah Kabupaten Malang. Bahkan jumlahnya mencapai ribuan.

Seperti yang diutarakan Camat Ampelgading Ahmad Sovie Nuralam saat ditemui Mitratoday.com sebelum mengikuti Rakor Persiapan Pilkades di Kantor Pemkab Malang.

Ahmad Sovie mengaku jika di wilayah Ampelgading ada sekitar 3000 kasus NIK bermasalah mulai NIK tidak terdaftar di Dispendukcapil, NIK kurang nomor hingga kesalahan penulisan nama.

“Ya ini kita baru tahu saat kita pendataan jumlah warga untuk vaksinasi. Ternyata diketahui jika masih ada NIK yang gak terdaftar di Dispendukcapil, nomor kurang dan kesalahan penulisan nama untuk penerbitan sertifikat vaksin,”kata Ahmad Sovie Nuralam senin (18/10/2021).

Lantas bagaimana solusinya, Sovie mengaku jika pihaknya menggunakan data manual desa untuk memproses pendataan tersebut.

Hal sama juga diutarakan Camat Donomulyo Mumuk Hadi Martono. Dari 10 desa di wilayah Donomulyo, hampir rata-rata ditemui kasus yang sama yakni belum terupdate nya data NIK warga di Kantor Dispendukcapil.

“Yang kita lakukan ya pendataan versi data dari desa, karena banyak selisih antara data Dispendukcapil dengan data yang kita miliki. Ini masih ditambah dengan banyaknya NIK warga yang akan vaksin tidak terdaftar di Dispendukcapil,”kata Mumuk Hadi Martono senin (18/10/2021).

Terpisah Bupati Malang HM Sanusi saat dimintai tanggapannya mengaku heran dengan kondisi masih banyaknya NIK warga Kabupaten Malang yang tidak terdaftar di Dispendukcapil.

Sanusi menyebut, dirinya tidak akan tahu jika tidak ada keluhan dari warga soal NIK bermasalah tersebut, karena selama ini yang ia ketahui bahwa Layanan Kependudukan di Kabupaten Malang tidak ada masalah.

“Ini saya perintahkan Sekda dan Pejabat terkait untuk menyelesaikan masalah NIK ini agar tidak terjadi lagi keluhan warga soal layanan kependudukan seperti ini,”tegas Bupati Sanusi senin (18/10/2021).

Sebelumnya di beritakan bahwa NIK Masyarakat Kabupaten Malang tengah bermasalah lantaran selain tidak terdaftar di Dispendukcapil  juga terdapat kekurangan nomor dan kesalahan penulisan nama. Salah satunya seperti yang terjadi di Ponpes Al Munawarriyah Sudimoro Bululawang. Puluhan wali santri dibuat kalang kabut lantaran data NIK putra-putrinya tidak terdaftar di Dispendukcapil. Kondisi tersebut mengundang reaksi negatif dan komentar miring soal layanan Kependudukan di Kabupaten Malang.

Bagikan
Exit mobile version